Lombok Post - Kedatangan pesawat yang membawa kelompok terbang (Kloter) 12 asal Dompu, Sumbawa, Lombok Barat, Lombok Timur, Bima, Kota Mataram dan Kota Bima, menjadi penutup rangkaian proses pelaksanaan ibadah haji musim 1446 H/ 2025 M, melalui Embarkasi Lombok.
Mereka tiba dengan rute penerbangan Madinah – Kualanamu – Lombok, dengan nomor penerbangan GIA5412 pada pukul 01:59 Wita, Jumat (27/6). “Alhamdulillah, mendarat dengan selamat,” terang Kasubag Umum dan Humas Kanwil Kemenag NTB Karya Gunawan, Jumat (27/6).
Setibanya di kampung halaman masing-masing, seluruh jamaah haji akan dipantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan. “Begitu SOP-nya, bagi warga negara yang baru kembali dari melaksanakan ibadah haji,” tegasnya.
Meski semua Kloter asal NTB telah dipulangkan, namun ada empat jamaah haji yang masih tertahan di Arab Saudi. Mereka mengalami gangguan kesehatan, sehingga harus menjalani perawatan medis yang intensif di sejumlah RS di sana. “Belum mendapatkan izin untuk pulang ke Indonesia, karena masih dirawat di RS yang ada di Arab Saudi,” kata dia.
Ia memastikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) akan terus memantau kesehatan para jamaah yang masih dirawat tersebut.
Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, jamaah dinyatakan sembuh, maka bisa dipulangkan bersama kloter berikutnya dari Indonesia. Nantinya tim petugas haji akan melaporkan tentang kondisi jamaah yang masih berada di Arab Saudi ke Kedutaan atau Konsulat di Jeddah.
Gunawan mengungkapkan kepulangan jamaah haji Indonesia terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dari Jeddah telah rampung dan sekarang fokus pada kepulangan dari Madinah, dan akan melayani kepulangan jamaah haji asal Indonesia hingga 10 Juli mendatang.
Namun, jika lewat dari tanggal 10 Juli, Kemenag pusat tetap menempatkan petugasnya untuk memantau kondisi jamaah haji yang dalam perawatan. “Mudah-mudahan jamaah haji kita yang sedang dirawat ini, bisa pulang sebelum tanggal 10 Juli, kita doakan kesembuhannya ya,” tandasnya.
Ketua Kerja Tim 4 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram Ferry Wardhana mengungkapkan empat jamaah haji yang masih menjalani perawatan intensif didiagnosa mengidap radang paru-paru. “Informasi yang kami terima dari tim di sana seperti itu,” jelas dia.
Penyebabnya karena faktor usia, ditambah dengan cuaca Arab Saudi saat ini berada di musim panas, suhu udara pada siang hari bisa melampaui 40 derajat celcius. “Dengan cuaca yang cenderung panas, berdebu, dan berangin, menyebabkan jamaah kita bisa batuk pilek, dan ketika ini parah maka jadilah radang paru-paru,” terang Ferry.
Informasi yang diterimanya, tiga jamaah haji saat ini dirawat di ruang ICU menggunakan ventilator, alat medis yang membantu pernapasan. Satu jamaah lagi dikabarkan sudah sadar, namun belum diperbolehkan untuk kembali ke Indonesia.
Jika alat bantu oksigen dilepas, maka yang bersangkutan akan merasa sesak nafas. “Ini masih kita terus update perkembangannya, teman-teman di sana masih memantau kondisi kesehatan mereka, mudah-mudahan bisa segera pulih,” harapnya.
Editor : Jelo Sangaji