LombokPost - Nama Agam Rinjani, atau Abdul Haris Agam, kini tengah menjadi sorotan global.
Aksi heroik Agam Rinjani dalam mengevakuasi jenazah Juliana Marins (27), pendaki asal Brasil yang meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 21 Juni 2025, telah menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Keberanian Agam Rinjanj ini tidak hanya mendatangkan pujian luas, tetapi juga memberinya julukan "Pahlawan Rinjani" dari media dan warganet Brasil.
Sebagai bentuk apresiasi yang luar biasa, masyarakat Brasil bahkan telah menggalang donasi untuk Agam Rinjani, yang kini mencapai angka lebih dari Rp1,3 miliar.
Dalam sebuah diskusi publik di Jakarta Selatan pada Sabtu (28/6), Agam Rinjani mengungkapkan niat mulianya terkait donasi yang terkumpul.
Agam Rinjank dengan tegas menyatakan bahwa dana tersebut tidak akan digunakan untuk kepentingan pribadinya.
Sebaliknya, Agam Rinjani berencana mengalokasikan seluruh donasi dari masyarakat Brasil itu untuk dua tujuan utama yaitu pembelian alat keselamatan bagi tim evakuasi di Rinjani, serta pelaksanaan program penanaman pohon (reboisasi) di area Gunung Rinjani.
“Uang yang nanti dikirim, kamu belikan alat untuk bisa lebih safety dan lain-lain. Beli perlengkapan,” kata Agam Rinjani.
Agam Rinjani juga menambahkan bahwa dana tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Rinjani, bagaimana supaya orang bisa mendaki aman dan nyaman.
Agam Rinjani juga berencana melibatkan seluruh tim relawan yang turut serta dalam proses evakuasi jenazah Juliana dalam penggunaan donasi ini.
Profil Agam Rinjani: Relawan yang Berani
Dikenal luas melalui akun Instagram @agam_rinjani, Abdul Haris Agam adalah seorang relawan pencarian dan penyelamatan (rescuer) yang selama ini aktif membantu evakuasi pendaki di Rinjani.
Ia secara sukarela terlibat dalam misi penyelamatan jenazah Juliana Marins pada 21 Juni 2025 bersama Tim SAR gabungan.
Keberaniannya teruji ketika Agam Rinjani juga turut bermalam di tebing curam demi mengevakuasi jenazah.
“Kami menginap di pinggir tebing curam 590 meter bersama Juliana satu malam, dengan memasang anchor supaya tidak ikut meluncur lagi 300 meter,” tulis Agam Rinjani dalam salah satu unggahannya.
Awalnya Agam Rinjani sempat menolak donasi, namun akhirnya bersedia menerimanya demi kemanusiaan.
Agam Rinjani akan membagi donasi itu dengan rekan-rekannya dan menjalankan program lingkungan.
Kampanye Donasi yang Menyentuh Hati Publik Brasil
Donasi untuk Agam Rinjani dikumpulkan melalui platform voaa.me/agam, sebuah situs penggalangan dana yang populer di Brasil.
Hingga Jumat (27/6/2025) pukul 13.11 WITA, dana yang berhasil terkumpul mencapai 451.226 real Brasil, melampaui target awal 350.000 real Brasil.
Jumlah fantastis ini setara dengan rupiah yang sekitar Rp1.335.196.685 (berdasarkan kurs saat itu).
Gerakan penggalangan dana ini bermula secara spontan dari warga Brasil setelah menyaksikan siaran langsung Agam Rinjani saat proses evakuasi.
Beberapa warga Brasil bahkan secara mandiri memulai kampanye donasi, bahkan mencantumkan nomor rekening pribadi Agam Rinjani lengkap dengan SWIFT code dan alamat emailnya.
Donasi ini semakin diperkuat dengan unggahan kolaborasi di Instagram Agam Rinjani yang secara tidak langsung mempertegas keterlibatan langsung Agam dalam kampanye penggalangan dana ini.
Kontroversi: Tim SAR Pertanyakan Narasi "Pahlawan Tunggal"
Di balik gelombang pujian dan apresiasi, muncul pula suara sumbang dari internal Tim SAR yang merasa proses evakuasi seolah-olah digambarkan hanya dilakukan oleh Agam Rinjani sendirian.
Salah satu anggota Tim SAR, Rio Pratama, mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram @riodansatyo.
"Jutaan orang bilang @agam_rinjani adalah pahlawan... Pertanyaan saya, apakah bisa Agam evakuasi sendiri? Apakah bisa Agam membawa dan mempersiapkan peralatan untuk evakuasi sendiri?" tulis Rio.
Rio mengklaim bahwa dirinya dan 22 anggota Tim SAR lainnya turut berperan penting dalam proses evakuasi, seperti menarik tali dan menyuplai peralatan yang memungkinkan Agam Rinjani turun ke jurang.
Ia bahkan memposting video proses evakuasi yang secara jelas menunjukkan peran banyak anggota tim dalam misi tersebut.
Menurut Rio, penggalangan donasi yang mengatasnamakan Agam Rinjani tersebut juga tidak diketahui oleh sebagian besar anggota Tim SAR yang terlibat dalam misi penyelamatan.
Beruntungnya saat ini Adam Rinjani dan Tim SAR sudah menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka dan menyepakati penggunaan donasi untuk kepentingan umum.***
Editor : Fratama P.