Karena menjadi salah satu event nasional, maka panitia harus memastikan standar event yang bertaraf nasional. Itulah mengapa, panitia Alunan Budaya Desa 9 tahun ini mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Khususnya Pemprov NTB.
Ketua Lembaga Alunan Budaya Ahmad Ferryawan menyampaikan harapan tersebut menyusul belum adanya kejelasan mengenai wujud dukungan Pemprov terhadap event nasional di NTB tersebut.
“Memang dari Alunan Budaya pertama sampai delapan, Pemprov NTB tidak pernah memberikan bantuan,” kata Ferry pada Lombok Post, Senin (30/6).
Alunan Budaya Desa kali ini bertajuk ‘Nyiwaq’ yang artinya ke-9. Dari tahun ke tahun, panitia berkomitmen menampilkan hal baru dalam setiap event.
Kata Ferry, prinsipnya event tahun ini harus setingkat lebih baik dari sebelumnya.
Berbicara mengenai bantuan Pemprov tersebut, Ferry menjelaskan jika dalam event tahun ini, pihaknya memang mendapatkan dukungan dari Pemkab Lotim dan Pemprov NTB. Namun ia mempertanyakan besarannya yang dikarenakan tidak berasal dari APBD induk.
“Suportnya jadi tidak jelas dan nilainya kecil. Sedangkan pusat memberikan kita standar event bertaraf nasional. Hal ini sangat kita butuhkan. Karena cita-cita kita ke depan, event ini bukan hanya menjadi yang masuk top one NTB, Tapi top ten (10 besar, red) Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: NTB Mall Siap Tampilkan Produk Unggulan di Event IGS Diplomatic Tour Mandalika
Dalam perkembangannya, Alunan Budaya Desa juga dicanangkan tidak hanya berfokus di Desa Pringgasela, tapi juga bisa di selenggarakan di Selong, dan bahkan di Mataram.
“Karena event ini kemudian sudah menjadi milik Pemkab dan pemprov atau milik bersama. Tidak ada embel-embel desanya lagi,” jelas Ferry.
Koordinator Event Alunan Budaya Desa 9 Pirhara Gaffra menerangkan, pihaknya optimis dengan kepemimpinan yang baru. Baik di Pemkab dan Pprovinsi.
Gaffra menerangkan pemimpin daerah yang baru saat ini pastinya akan memiliki kebijakan dalam memastikan event ini berjalan baik. Terutama jika melihat potensi event ini ke depan.
Alunan Budaya Desa 9 sendiri dijadwalkan pada 20-26 Juli 2025. Kegiatan akan dipusatkan di Pringgasela Raya, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur. (tih)
Editor : Kimda Farida