LombokPost - Pemerintah Provinsi NTB resmi mengajukan Raperda RPJMD NTB 2025–2029 yang mengusung visi besar: “NTB Makmur Mendunia”.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmennya membawa daerah ini naik kelas lewat reformasi layanan publik NTB, pembenahan keuangan, hingga penguatan sektor pariwisata kelas dunia.
Dalam Rapat Paripurna DPRD NTB, Senin (30/6), Gubernur NTB menyampaikan dua Raperda krusial: Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024 dan Raperda RPJMD NTB 2025–2029.
Keduanya jadi fondasi arah pembangunan lima tahun ke depan demi wujudkan NTB Makmur Mendunia.
“Visi NTB Makmur Mendunia akan kami jalankan melalui tiga agenda prioritas: pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata kelas dunia,” tegas Iqbal di hadapan para legislator.
Gubernur NTB juga membeberkan capaian positif. Realisasi pendapatan daerah 2024 tembus Rp6,737 triliun atau 98,27 persen dari target.
Bahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB dan pendapatan transfer naik signifikan. Total aset NTB tercatat Rp14,141 triliun, dengan ekuitas per akhir 2024 mencapai Rp13,119 triliun.
Namun di sisi lain, defisit Laporan Operasional (LO) tahun 2024 tercatat Rp212,502 miliar, dengan saldo kas akhir tahun Rp170,657 miliar.
Hal ini menjadi dasar komitmen reformasi layanan publik NTB, terutama menyasar biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) dan tata kelola keuangan RSUD Provinsi NTB.
“Kami akan benahi regulasi pendidikan dan struktur RSUD, termasuk perombakan dewan pengawas agar lebih profesional,” terang Gubernur NTB.
Visi NTB Makmur Mendunia dijabarkan dalam 10 program unggulan, yakni:
1. NTB Sehat dan Cerdas
2. Desa Berdaya
3. NTB Inklusif
4. NTB Agromaritim
5. NTB Pariwisata Berkualitas
6. E-Mania (Ekraf Mendunia)
7. NTB Terampil dan Tangkas
8. NTB Lestari Berkelanjutan
9. NTB Good and Smart Governance
10. NTB Connected
Semua dirancang sebagai tulang punggung pencapaian RPJMD NTB 2025–2029 yang pro-rakyat, pro-lingkungan, dan berorientasi global.
Dalam kesempatan yang sama, DPRD NTB juga menyetujui Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang Susunan Perangkat Daerah.
Hal ini dinilai sebagai langkah memperkuat efisiensi birokrasi tanpa mengorbankan efektivitas kerja.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, turut menegaskan bahwa regulasi yang dibahas ini akan memperkuat fondasi pemerintahan dan akselerasi pembangunan.
“Setiap regulasi harus jadi alat untuk memajukan NTB. Kita semua bertanggung jawab menjadikan NTB Makmur Mendunia sebagai kenyataan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, NTB Makmur Mendunia tak hanya jadi slogan. Tapi jadi arah pasti menuju masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan mendunia. (***)
Editor : Alfian Yusni