Lombok Post - Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025, akan berlangsung 26 Juli - 1 Agustus di NTB.
“Tema yang kita usung di Fornas kali ini adalah Kalah Menang, Semua Senang, dengan tagline NTB Makmur Mendunia,” terang Deputi 1 Bidang Olahraga Panitia Pelaksana Fornas 2025 Mihra Dildari, Senin (30/6).
Ini bermakna sebagai semangat membumikan olahraga di tengah masyarakat. Juga mempromosikan kekayaan budaya serta potensi pariwisata NTB ke level nasional bahkan internasional.
Di Fornas 2025, pihak penyelenggara menargetkan 15 ribu peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Data terbaru mencatat, jumlah peserta yang terkonfirmasi baru 2 ribu orang dan pendaftaran masih terus berjalan.
“Masih ada belasan hari ke depan menjadi kesempatan teman-teman untuk berpartisipasi, kehadiran mereka menandakan antusiasme tinggi terhadap olahraga masyarakat berbasis komunitas dan budaya,” jelas pria yang akrab disapa Ari ini.
Panitia telah mempersiapkan 38 venue utama dan pendukung untuk penyelenggaran Fornas 2025. Semuanya tersebar di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara bahkan hingga Pulau Sumbawa.
Tahap uji coba venue atau test event, dilakukan pada awal Juli. “Ini akan terus dilakukan simulasi teknis hingga hari H penyelenggaraan,” tandasnya.
Plh Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal berharap target 15 ribu peserta yang turut berpartisipasi di Fornas VIII 2025 bisa tercapai.
Kendati venue tersebar di puluhan titik, ia yakin akomodosi yang ada bisa mengakomodir kebutuhan event. “Akomodasi kita sudah sangat siap,” tegasnya.
Yang menjadi atensi Pemprov NTB saat ini adalah perihal transportasi udara. Faozal menegaskan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) saat ini hanya memiliki beberapa hub transportasi udara yang tersebar di berbagai daerah.
Ada Makassar, Balikpapan, Samarinda, Surabaya, Jakarta, Jogjakarta, dan Denpasar. “Itu artinya ini akan kita hidupkan,” jelasnya.
“Saya minta ke teman-teman Fornas segera melakukan identifikasi peserta, asalnya darimana dan bergerak dari mana,” sambung dia.
Kepastian tersebut akan menjadi modal berkoordinasi dengan pihak maskapai. Agar mempertimbangkan adanya extra flight dari hub tersebut untuk menuju BIZAM.
“Teman-teman dari Fornas segera meng-input secara pasti kedatangan dari peserta. Karena yang menjadi peserta berasal dari 38 provinsi, sehingga kita bisa bicara dengan Airlines, agar menyegerakan extra flight,” terang pria yang juga asisten II Setda NTB ini.
Untuk jalur transportasi laut, Pemprov NTB mengaku sangat siap. Peserta bisa menggunakan kapal dari Surabaya, Banyuwangi dan Padangbai.
“Kapal dari pelabuhan tersebut ke Lombok sudah tersedia semuanya,” jelas dia.
Menurutnya, jalur transportasi laut sangat penting. Sebagai salah satu solusi mengurai kedatangan peserta melalui Bandara Ngurah Rai Bali.
Saat ini dalam melayani penumpang transportasi udara, dari Bandara Ngurah Rai menuju BIZAM, dan sebaliknya menggunakan pesawat jenis ATR dari Wings Air. Tentu saja kapasitas tempat duduk sangat terbatas.
“Dengannya, kita akan perbanyak dengan kapal cepat, dari Bali menuju Senggigi-Lombok Barat, dan Bali menuju Bangsal-Lombok Utara, makanya sekali lagi data jumlah peserta ini sangat penting dari teman-teman Fornas,” pungkas Faozal.
Editor : Akbar Sirinawa