Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berpenampilan Lusuh, Agam Rinjani Cerita Pernah Sampai Diusir Satpam Hotel Di Bali Hingga Dapatkan Uang Rp367 Juta: Alhamdulillah…

Fratama P. • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:26 WIB
Sosok Agam Rinjani
Sosok Agam Rinjani

LombokPost - Nama Abdul Haris Agam, atau yang lebih dikenal sebagai Agam Rinjani, kini menjadi sorotan publik. 

Agam Rinjani adalah seorang operator tur gunung, pemandu, sekaligus porter profesional di Gunung Rinjani, Lombok. 

Lahir di Makassar pada 22 Desember 1988, Agam Rinjani telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendakian sejak usia muda. 

Tak hanya mengantar wisatawan, Agam Rinjani juga aktif sebagai relawan tim penyelamat dalam berbagai operasi evakuasi pendaki yang mengalami kesulitan.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Gakkum Kehutanan yang tayang pada 16 Juli 2024, Agam Rinjani mengungkapkan bahwa ia telah mendaki Gunung Rinjani sebanyak 574 kali hingga tahun tersebut, dan berhasil mencapai puncak sebanyak 352 kali.

Kegiatan mendaki Agam Rinjani tidak semata-mata karena pekerjaan, melainkan juga karena minat pribadi.

Agam Rinjani juha ternyata sudah sering melakukan pendakian di luar jadwal mengantar tamu. 

“Kadang saya naik tiga kali seminggu, kadang satu hari one day trip, kadang sebulan empat kali,” ujar Agam dalam wawancara tersebut.

Perjalanan Finansial dan Pengalaman di Hotel Mewah

Dari profesinya sebagai porter, Agam Rinjani rupanya pernah meraih pendapatan yang cukup besar. 

Agam Rinjani menceritakan dalam Podcast bersama Denny Sumargo bahwa dirinya pernah menabung hingga Rp367 juta dari hasil mengantar tamu hampir setiap minggu. 

“Pernah di Rinjani, ku niat mau jadi orang kaya 10 hari. Alhamdulillah, terpenuhi. Dapat saya tamu yang banyak. Hampir setiap minggu. Ku tabung itu uang,” kenang Agam Rinjani.

Tabungan fantastis itu kemudian Agam Rinjani gunakan untuk berlibur ke Bali, di mana ia menginap di Hotel Mulia dengan tarif sekitar Rp24 juta per malam. 

Namun, dalam pengalaman lucunya, Agam Rinjani mengaku sempat diusir oleh pihak keamanan hotel karena penampilannya yang tidak sesuai ekspektasi. 

“Kan celana ku sobek-sobek. Motorku motor gembel,” kata Agam Rinjani sambil tertawa dalam video yang beredar.

Kontroversi Donasi dari Brasil dan Tanggapan Publik

Nama Agam Rinjani semakin meroket setelah peristiwa yang menewaskan Juliana Marins pada Rabu, 25 Juni 2025. 

Agam Rinjani turut serta dalam upaya evakuasi jenazah Juliana Marins, seorang pendaki asal Brasil yang meninggal setelah terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani. 

Tindakan heroik Agam Rinjani dalam proses evakuasi ini mendapat perhatian luas dari publik Brasil dan media internasional. 

Sebagai bentuk apresiasi, masyarakat Brasil, melalui platform penggalangan dana Voaa dan mitranya Razões para Acreditar, meluncurkan kampanye donasi untuk Agam Rinjani.

Awalnya, pada Senin, 30 Juni 2025, kampanye donasi ini sempat diumumkan batal. 

Namun, setelah mendapatkan banyak masukan dari publik, Voaa mengumumkan bahwa mereka akan tetap menyalurkan donasi kepada Agam Rinjani tanpa potongan biaya administrasi maupun pajak. 

Total donasi yang terkumpul untuk Agam Rinjani saat ini sudah mencapai nilai fantastis yaitu Rp1,54 miliar.

“Pembaruan penting: Kami akan tetap memberikan donasi 100 persen kepada Agam, tanpa pemotongan pajak. Jika Anda ingin pengembalian dana donasi, silakan kirim email ke cowboy.agam@voaa.me selama 48 jam ke depan. Kami tetap mendengarkan dan bertindak,” tulis pernyataan resmi Voaa melalui akun Instagram-nya.

Kisah Agam Rinjani kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter), setelah informasi mengenai penghasilannya serta pengalamannya menginap di hotel mewah beredar. 

Sebagian warganet menilai bahwa Agam Rinjani seharusnya tidak perlu menerima donasi karena dinilai telah memiliki penghasilan besar. 

Sementara itu, sebagian lainnya berpendapat bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menikmati hasil kerja kerasnya.

“Bukan perkara ga bisa finansial, kesenangan dan nyamannya orang beda-beda, bisa jadi mumpung ada, nyobain yang mustahil dia lakukan,” kata seorang netizen.

“Orang kayak gini dapat uang untuk beli experience lain yang dia nggak dapat (kemewahan), karena hal itu nggak didapat di alam,” komentar yang lain.

Namun, ada pula komentar yang bernada sinis, dan memberikan penilaian buruk pada Agam Rinjani.

“Duit segitu langsung diabisin buat seneng-seneng doang sampe abis? Damn. Mentality. Berarti hidupnya cuma hura-hura. Nggak layak dibantu,” tulis seorang netizen.

Terlepas dari tanggapan pro dan kontra yang muncul, donasi dari warga Brasil untuk Agam Rinjani tetap dilanjutkan sesuai dengan komitmen dari pihak penyelenggara, menegaskan apresiasi mereka atas tindakan heroiknya.***

Editor : Fratama P.
#donasi #Bali #agam rinjani