LombokPost – BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid merilis peringatan gelombang tinggi yang berlaku mulai hari ini, Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 08.00 WITA hingga Minggu, 6 Juli 2025 pukul 08.00 WITA.
Sejumlah wilayah perairan di NTB berpotensi mengalami gelombang sedang hingga tinggi, termasuk perairan utara dan selatan Pulau Lombok.
Dalam peta yang dirilis BMKG, berikut rincian wilayah dan tinggi gelombang yang perlu diperhatikan:
Tinggi Gelombang Wilayah Perairan NTB (5–6 Juli 2025)
| Wilayah Perairan | Tinggi Gelombang |
|---|---|
| Selat Lombok bagian utara & selatan | 1.25 – 2.5 meter |
| Selat Alas bagian utara & selatan | 1.25 – 2.5 meter |
| Selat Sape bagian utara | 0.5 – 1.25 meter |
| Selat Sape bagian selatan | 1.25 – 2.5 meter |
| Perairan utara Sumbawa | 0.5 – 1.25 meter |
| Samudera Hindia selatan NTB | 2.5 – 4.0 meter |
BMKG memberi peringatan dini atas potensi gelombang tinggi 2 meter atau lebih di beberapa wilayah termasuk Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.
Spot Mancing Ideal di Lombok – Sabtu, 5 Juli 2025
Berdasarkan analisa kondisi gelombang, berikut spot-spot mancing yang masih aman dan direkomendasikan, serta spot yang harus dihindari hari ini:
Spot Aman – Pantai Utara Lombok & Teluk Tertutup
Gelombang: 1.25 – 2.5 meter (masih bisa dilayari perahu kecil dengan waspada)
Rekomendasi lokasi:
- Pantai Sire, Tanjung – Lombok Utara
- Pantai Malimbu – Nipah, Senggigi
- Perairan Gili Trawangan – Gili Meno – Gili Air
Waktu terbaik: Pukul 05.30–10.00 WITA dan 16.00–18.30 WITA
Target ikan: GT (Giant Trevally), kakap merah, tenggiri
Gunakan umpan hidup seperti kembung dan cumi segar.
Spot Berisiko – Pantai Selatan Lombok
Gelombang: 2.5 – 4.0 meter (kategori tinggi – berbahaya untuk perahu kecil)
Wilayah yang sebaiknya dihindari:
- Pantai Gerupuk – Awang – Ekas (Lombok Tengah)
- Pantai Selong Belanak – Bangko-Bangko (Lombok Barat Daya)
- Samudera Hindia Selatan Lombok
Tidak direkomendasikan untuk memancing dari perahu hari ini.
Jika tetap mancing dari darat (tebing), jaga jarak aman dari bibir pantai dan awasi datangnya gelombang besar mendadak.
Untuk Nelayan & Pemancing Perahu
BMKG mengingatkan risiko tinggi bagi kapal kecil dan sedang:
- Perahu Nelayan: Bahaya jika gelombang >1.25 m dan angin >15 knot
- Kapal Tongkang & Ferry: Risiko tinggi di atas 1.5–2.5 meter
- Kapal Kargo/Pesiar: Hindari perairan Samudera Hindia selatan NTB dengan gelombang hingga 4 meter
Imbauan Keselamatan
“Kami minta masyarakat dan pemancing yang beraktivitas di laut hari ini agar lebih waspada, terutama yang berada di sekitar pantai selatan Lombok dan Samudera Hindia,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Silakan scan QR Code pada rilis resmi BMKG untuk update harian kondisi maritim atau kunjungi https://cuaca.ntb.bmkg.go.id
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin