LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menargetkan Provinsi NTB bebas dari kemiskinan ekstrem pada tahun 2029.
Strategi konkret yang dijalankan adalah melalui penguatan Posyandu dan program Desa Berdaya, dua pilar utama dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan.
Iqbal menuturkan, Posyandu yang tersebar di seluruh desa NTB memiliki potensi besar dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem.
Ia menilai semangat para kader Posyandu sangat kuat, sehingga bisa membantu menyederhanakan birokrasi dan memperbaiki kualitas data di tingkat desa.
“Masyarakat sangat menerima kehadiran kader Posyandu. Mereka didengar dan dicari masyarakat. Melihat dari konteks ini, ini aset yang luar biasa,” ungkap Miq Iqbal, sapaan karib gubernur.
Selain itu, Pemprov NTB juga menggencarkan program Desa Berdaya untuk memberdayakan 106 desa miskin ekstrem.
Berbeda dari sekadar memberikan bantuan, program ini bertujuan membangun kapabilitas desa agar mampu mandiri.
“Tujuan utama Desa Berdaya adalah untuk membuat masyarakatnya terlepas dari kemiskinan ekstrem sehingga tak lagi masuk ke dalam daftar penerima bantuan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta Agathia menyampaikan rencana pengembangan Sistem Informasi Posyandu berbasis web. Sistem ini akan memuat data Posyandu secara real-time agar pemantauan dan evaluasi bisa berlangsung cepat dan akurat.
“Tugas kita adalah memantau, memonitor, dan mengevaluasi secara berkala. Dilakukan secara berjenjang. Turunkan kebijakan yang sama dari pusat ke desa-desa,” tutur Bunda Sinta.
Editor : Akbar Sirinawa