Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ahmadi, menyatakan bahwa tim reaksi cepat (TRC) dari BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kota Mataram, bersama TNI/Polri, relawan, dan aparat setempat, segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang terdampak.
"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai pukul 14.00 WITA menyebabkan meluapnya air sungai. Sekitar pukul 16.00 WITA, air mulai memasuki rumah warga," jelas Ahmadi.
Baca Juga: MATARAM BERDUKA! Banjir Besar, Mobil Hanyut, Rumah Terendam hingga Lantai Dua!
Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air Sungai meningkat dan meluap ke permukiman. BPBD mengidentifikasi kejadian ini sebagai banjir dengan kode bencana 101.
Wilayah yang terdampak meliputi sebagian besar Kota Mataram, khususnya di Kecamatan Sandubaya, Mataram, dan Cakranegara. Beberapa kelurahan yang terendam antara lain Swete, Bertais, Kekalik Gerisak, Pagutan Permai, Majeluk, dan Gomong. Data lengkap mengenai wilayah terdampak masih dalam proses pendataan.
Hingga Minggu, 6 Juli 2025, pukul 18.00 WITA, data mengenai jumlah korban terdampak, meninggal dunia, luka-luka, hilang, dan pengungsi masih dalam proses pendataan.
Beberapa kerusakan awal yang teridentifikasi meliputi:
* Tembok keliling TPST Sandubaya roboh ke arah jalan raya.
* Pohon tumbang di Dasan Agung, depan Kantor Inspektorat.
* Satu unit mobil terseret banjir.
Kerusakan pada perumahan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas peribadatan juga masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.
Baca Juga: Pulau Lombok dan Sumbawa Berpotensi Alami Banjir Rob, Masyarakat NTB Dihimbau untuk...
Ahmadi menambahkan bahwa tim gabungan telah melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk:
* Koordinasi dengan BPBD Kota Mataram dan pemangku kepentingan terkait.
* Pelaporan dan penyebaran informasi terkini.
* Asesmen dampak bencana dan penanganan di lokasi kejadian.
* Evakuasi warga yang terjebak.
* Pemberian himbauan potensi bencana pada peralihan musim.
Tim yang terlibat dalam penanganan bencana ini antara lain TRC BPBD Provinsi NTB, TRC BPBD Kota Mataram, TNI/Polri, Basarnas, relawan, aparatur kecamatan/kelurahan, dan masyarakat setempat. Bantuan awal yang disalurkan meliputi evakuasi warga, makanan siap saji, air mineral, terpal, dan penerangan.
"Kondisi saat ini, air masih menggenangi permukiman," kata Ahmadi.
Dirinya menghimbau masyarakat agar berhati-hati ketika berada di luar rumah. Diharapkan juga tidak membuang sampah pada saluran air dan membersihkan drainase untuk mengantisipasi terjadinya luapan air saat hujan.
"Masyarakat juga perlu mewaspadai adanya potensi terjadi hujan dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba,"imbaunya.
BPBD Provinsi NTB terus memantau situasi dan akan memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan di lapangan. (chi)
Editor : Siti Aeny Maryam