Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir Mataram Setinggi Satu Meter Rendam Lebih Dari Seribu Koleksi Buku dan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB

Yuyun Kutari • Rabu, 9 Juli 2025 | 09:08 WIB
COBA DISELAMATKAN: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB H Ashari memeriksa koleksi buku yang terendam banjir, Selasa (8/7).
COBA DISELAMATKAN: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB H Ashari memeriksa koleksi buku yang terendam banjir, Selasa (8/7).

Lombok Post - Puluhan pegawai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana Dinsos dan sejumlah OPD lingkup Pemprov NTB lainnya tampak memenuhi halaman depan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB.

Mereka bahu-membahu, mengangkat tumpukkan buku dan arsip yang terendam banjir semalaman. Setiap wajah dan warna yang menghiasi sampul buku, berubah total, tertutup dan digantikan warna kecoklatan. Warna khas lumpur banjir.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB H Ashari tampak sedih atas kondisi ini. Dia tidak pernah menyangka, situasi semacam ini bisa terjadi.

“Beberapa kali banjir di kota, saya nggak pernah dengar kalau dinas ini akan kebanjiran, baru sekarang kita alami sendiri,” ujarnya.

Meluapnya sungai Ancar menyebabkan banyak tembok pemisah masing-masing instansi pemerintahan di jalan Majapahit tak kuat menahan laju air dan akhirnya runtuh satu per satu.

“Akhirnya kita kena semua,” kata dia.

Lebih dari seribu koleksi buku dan arsip yang berada di lantai satu gedung induk dan gedung dua Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB terendam banjir.

“Sebagai besar koleksi kami yang di lantai satu ini terendam air,” jelasnya.

Saat ini, koleksi buku dan arsip yang terendam air, telah dipindahkan secara bertahap ke lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB. Sambil memilih dan memilah mana yang bisa diselamatkan. Ia tidak memungkiri, proses pengeringan buku nanti bisa memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Akibat banjir, air dengan cepat menyerap ke dalam kertas, menyebabkan buku mengembang, melengkung, dan sobek dibeberapa bagian. Lem pada jilid buku juga banyak yang larut, membuat halaman dengan mudah terlepas.

Kemudian, banyak tinta dari teks atau gambar buku mengalami luntur. Sehingga dilakukan identifikasi tingkat kerusakan. Meski pun buku yang terendam air mungkin tidak akan kembali ke kondisi semula 100 persen, dengan penanganan yang cepat dan benar, harapannya bisa diselamatkan dan tetap dapat digunakan.

“Proses ini membutuhkan waktu sampai seminggu ke depan, kita sekarang ini masih mengidentifikasi kerusakan dan menyelamatkan yang bisa diselamatkan,” ujar Ashari.

Selain itu, proses pembersihan lantai dan lemari di ruang perpustakaan juga dikebut. Ini sama pentingnya dengan menyelamatkan buku itu sendiri. Sehingga dalam hal ini, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#buku #arsip #Mataram #Banjir