LombokPost - Kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam mengelola keuangan daerah mendapat apresiasi langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Dalam rapat koordinasi (rakor) terkait pengendalian inflasi daerah melalui Zoom Meeting Senin (7/7) lalu, Mendagri memuji Miq Iqbal berhasil dalam mengorkestrasi seluruh jajaran OPD untuk bekerja efektif dan sinergis.
Sehingga Pemprov NTB menduduki peringkat kedua nasional dalam merealisasikan target pendapatan dan belanja daerah per Juni 2025. Bahkan NTB mengungguli sejumlah provinsi besar seperti Jawa Barat (Jabar) yang berada di posisi ketiga dan Jawa Timur (Jatim) di posisi kelima.
"Pak Lalu Iqbal, terima kasih, Pak. Bapak hebat," kata Tito dalam forum yang dihadiri kepala daerah se-Indonesia.
Disampaikan, NTB mencatat pendapatan daerah sebesar 46,26 persen dengan serapan belanja mencapai 38,99 persen. Angka tersebut dinilai pemerintah pusat sangat baik.
Terutama karena NTB tengah menghadapi tantangan ekonomi akibat penundaan ekspor konsentrat tambang di Kabupaten Sumbawa.
"Luar biasa 46 persen (pendapatan daerah, Red). Meskipun ada inflasi. Saya tahulah ini karena dampak Newmont (PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Red)," ujar Tito.
Mendagri menilai kerja tim Gubernur Iqbal sangat efektif dalam memimpin pengelolaan keuangan daerah.
Mulai dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) hingga seluruh OPD yang menurutnya menunjukkan kedisiplinan dan kepemimpinan yang kuat dalam meraih target pendapatan dan belanja.
"Kerja staf Bapak (Gubernur Iqbal, Red) untuk mendapatkan pendapatan bagus. Baik pusat maupun daerah. BPKAD bagus. Bappenda bagus," papar Tito.
Pendapatan dan belanja NTB berjalan beriringan. Selain pendapatan yang sudah mencapai 46,26 persen, serapan belanja 38,99 persen juga cukup ideal. Hal ini menandakan berjalannya program dan proyek pemerintah yang memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Dengan eksekusi (belanja, Red) yang sudah 39 persen, uang jadi beredar. OPD-OPD bapak bagus. Artinya bapak rajin membuat rapat dengan OPD-OPD. Manajemennya pasti bagus. Leadership bagus," tegas mantan kapolri itu.
Dalam rakor tersebut, Tito juga mengungkapkan bahwa posisi Jawa Barat yang sebelumnya selalu berada di peringkat teratas dalam kinerja keuangan kini turun ke posisi tiga. Posisinya berada di bawah Provinsi NTB. "Dulu Jawa Barat nomor satu, sekarang Kang Dedi kalah sama Ngarso Dalem Sri Sultan. Dan Pak Lalu Iqbal dari NTB sekarang di atas Jawa Barat," kata Tito.
Diketahui, posisi pertama nasional dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah saat ini ditempati oleh Jogjakarta dengan pendapatan sebesar 57,43 persen dan belanja 41,92 persen. Pemprov Jabar berada di posisi ketiga di bawah NTB yang nangkring di urutan kedua. Berikutnya, posisi empat adalah Provinsi Kepulauan Riau dan posisi kelima Provinsi Jatim.
Mendagri Tito juga sempat menyinggung DKI Jakarta berada di posisi ke-19. Secara pendapatan sudah mencapai 48 persen. Tapi belanja daerah hanya 30 persen. "DKI Jakarta pendapatannya tinggi tapi realisasi belanja kurang. Tolonglah dinaikkan dikit," sentil Tito.
Apresiasi atas kinerja keuangan Pemprov NTB juga datang dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy. Dalam rakor yang sama, dia menyampaikan bahwa meskipun belum sempat berkunjung langsung ke NTB, laporan dari Wakil Menteri Bappenas menyebutkan kondisi NTB sangat positif. "Kami sudah mendapat laporan dari Wakil Menteri Bappenas. Rupanya beliau ini rekan Pak Dubes Lalu Muhammad Iqbal. Insya Allah saya akan sempatkan datang ke NTB," ujar Menteri PPN Rahmat Pambudy.
Kinerja pemprov NTB di bawah Gubernur Iqbal yang terus meningkat mendapat perhatian nasional karena tidak hanya menunjukkan kekuatan fiskal daerah. Tetapi juga mencerminkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, adaptif, dan mampu bertahan di tengah tekanan. "Dengan pencapaian ini, NTB menegaskan diri sebagai salah satu provinsi yang kepemimpinannya diakui kuat dan dampaknya nyata bagi masyarakat," papar Rahmat.
Kepala BPKAD NTB Nursalim mengatakan pihaknya sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Mendagri dan Kepala Bappenas.
Disampaikan, apresiasi itu adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemprov NTB dan pihak terkait lainnya. "Di bawah kepemimpinan Miq Gub (Gubernur Iqbal, Red) kami sangat bersemangat untuk mengeksekusi sebagai target pendapatan dan belanja," kata Nursalim.
Disampaikan, semakin cepat realisasi pendapatan dan belanja, maka program-program pemerintah untuk masyarakat juga akan lebih cepat tersalurkan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan, mengingat investasi pemerintah di NTB masih menjadi pendorong utama. "Apresiasi dari pusat ini memberikan semangat bagi kami di jajaran Pemprov untuk memaksimalkan kerja-kerja pembangunan daerah ke depan," tandas Nursalim. (mar/r3)
Editor : Pujo Nugroho