Lombok Post - Agenda misi dagang yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di Mataram, NTB, mencatatkan hasil luar biasa. Sampai dengan pukul 17.00 Wita Rabu (9/7), total kesepakatan nilai transaksi final Rp 1.068.809.135.000. “Kami tidak menyangka, ini di luar dugaan,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Iwan, saat ditemui di lokasi acara.
Rincian dari kesepakatan transaksi senilai lebih dari Rp 1 triliun tersebut, kategori Jatim Jual senilai Rp 764 miliar lebih. Untuk komoditas pakan ikan, pakan udang, pakan ternak, rokok, kopi, cabai, daging ayam beku, daging ayam dan bebek, produk fesyen hingga bumbu dapur.
Berikutnya, kategori Jatim Beli senilai Rp 153 miliar lebih. Mencakup komoditas hasil perikanan ada yellow fin tuna dan gurita, tembakau, jagung, kulit kambing mentah garaman, bibit bawang merah dan sapi hidup. “Sedangkan untuk kategori Jatim Investasi di angka Rp 150 miliar untuk komoditas peternakan unggas,” jelasnya.
Nilai transaksi tahun ini meningkat tajam dibandingkan pada Misi Dagang 2023 lalu Rp 251,36 miliar. Peningkatan nilai tersebut tidak terlepas dari arahan langsung Gubernur Khofifah, agar pihaknya lebih intensif dan masif saling berkoordinasi dengan OPD di lingkup Pemprov Jatim dan OPD lingkup Pemprov NTB. “Potensi apa saja dari kedua provinsi ini yang bisa kita gali, kita bisa formulasikan dalam misi dagang ini,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antardaerah dalam memperkuat pasar dalam negeri. Kegiatan menjadi forum untuk mempercepat peningkatan kualitas komoditas antarkedua daerah. Juga sebagai wadah untuk mempelajari peluang dan jenis komoditas kedua daerah untuk diperdagangkan hari ini dan di masa mendatang.
Iwan menegaskan, transaksi yang tercipta akan dikawal oleh Pemprov Jatim. Artinya tidak berhenti pada tataran kesepakatan, namun harus ada realisasinya. “Kami akan memfasilitasi dan mengevaluasi berkaitan dengan komitmen transaksi, sampai mana keberlanjutannya, kalau ada masalah, kita bisa carikan solusinya dan sudah sejauh mana realisasinya,” pungkasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan agenda ini menjadi momen yang tepat bagi pelaku usaha kedua provinsi untuk saling belajar. Juga saling bertukar pengalaman dan tentunya memperoleh keuntungan dalam berbisnis. “Ini yang kita harapkan,” jelasnya.
Forum yang mempertemukan pelaku usaha Jatim dengan pelaku usaha NTB ini bertujuan meningkatkan jejaring konektivitas antara kedua provinsi. "Kami akan belajar banyak dari pengalaman Jatim,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur NTB.
NTB disebutnya penuh dengan potensi. Ada pariwisata, pertanian, perikanan dan kelautan, ketahanan pangan, hingga pertambangan. Untuk mengelolanya, juga membutuhkan dukungan dan bimbingan. “Kami ini punya semuanya, hanya saja kami ini perlu transfer of technology, transfer of know how, transfer of knowledge, transfer pengalaman dari teman-teman di Jatim,” kata gubernur.
Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Lalu Wirajaya Kusuma berharap dengan meningkatnya nilai transaksi kegiatan dari sebelumnya, semakin memperkuat pondasi ekonomi antara kedua provinsi. “Harapannya juga ini akan menggeret pertumbuhan ekonomi NTB semakin lebih baik kedepannya, dan kami pemprov sebagai fasilitator akan memberi kemudahan kepada pelaku usaha,” tegasnya. (yun)
Editor : Jelo Sangaji