LombokPost-Pemerintah Provinsi NTB bersama Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan UNICEF terus memperkuat imunisasi anak di NTB.
Fokus penguatan kali ini lewat vaksinasi kejar di PAUD untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak usia dini.
Langkah ini diwujudkan lewat Workshop Advokasi Penguatan Imunisasi dan Vaksinasi Kejar di PAUD yang digelar di Prime Park Hotel Mataram, Rabu (16/7).
Imunisasi anak NTB dan vaksinasi kejar di PAUD menjadi prioritas dalam membangun generasi sehat menuju NTB Emas 2045.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Moh Faozal mengatakan, imunisasi bukan sekadar soal kesehatan, tetapi investasi masa depan.
“Imunisasi bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas generasi masa depan NTB. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh upaya percepatan cakupan imunisasi, termasuk melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran PAUD dalam edukasi kesehatan,” ujar Faozal.
Faozal menekankan pentingnya pemetaan wilayah berbasis data untuk menyasar imunisasi anak NTB secara tepat, termasuk vaksinasi kejar di PAUD yang kini digalakkan.
“Kita harus memiliki data yang valid untuk mengetahui di mana masyarakat kita paling membutuhkan imunisasi. Lombok Timur, sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, harus menjadi prioritas. Peran Posyandu, kader PKK, dan para ibu sangat penting sebagai ujung tombak dalam melakukan pemetaan di lapangan,” tegasnya.
Namun, tantangan di lapangan masih ada. Menurut Faozal, masih banyak masyarakat NTB yang khawatir dengan efek samping imunisasi, sehingga vaksinasi anak NTB belum sepenuhnya optimal.
“Masih banyak masyarakat yang menghindari imunisasi karena takut anaknya demam atau mengalami efek samping lainnya. Maka dari itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar informasi yang benar bisa diterima dengan baik,” tambahnya.
Faozal juga berharap UNICEF terus berperan dalam mendorong cakupan imunisasi anak NTB dengan menggandeng berbagai pihak.
Sementara itu, Perwakilan UNICEF untuk wilayah NTT dan NTB dr Alfian mengatakan imunisasi dan vaksinasi kejar di PAUD adalah bagian dari upaya strategis membangun generasi sehat.
“Mengapa imunisasi itu penting? Salah satu contohnya adalah dalam ibadah haji. Jamaah haji Indonesia diwajibkan menerima imunisasi polio agar dapat berangkat dalam kondisi sehat dan kuat. Ini menunjukkan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak-anak, tetapi penting sepanjang siklus kehidupan,” ungkap dr. Alfian.
UNICEF NTB berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah NTB untuk memperluas cakupan imunisasi anak NTB.
Melalui edukasi, pendampingan teknis, dan kerja sama lintas sektor, imunisasi di PAUD dan vaksinasi kejar diharapkan semakin masif.
Kegiatan ini diikuti berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, organisasi profesi, akademisi, pengelola PAUD, hingga mitra pembangunan seperti UNICEF dan perwakilan OPD terkait lainnya.
Dengan kolaborasi ini, imunisasi anak NTB dan vaksinasi kejar di PAUD terus diperkuat agar generasi masa depan NTB lebih sehat dan tangguh.
Editor : Akbar Sirinawa