Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rinjani Semakin Diminati, Antusiasme Pendaki Tak Penah Surut

Yuyun Kutari • Jumat, 18 Juli 2025 | 09:23 WIB
Resor Balai TNGR di Sembalun, Lombok Timur memiliki beberapa fungsi utama, salah satunya sebagai pusat informasi dan pelayanan para pendaki Rinjani.
Resor Balai TNGR di Sembalun, Lombok Timur memiliki beberapa fungsi utama, salah satunya sebagai pusat informasi dan pelayanan para pendaki Rinjani.

Lombok Post - Sejumlah insiden di kawasan pendakian Gunung Rinjani tidak menyurutkan antusiasme pencinta Rinjani. Para pendaki silih berganti berdatangan untuk menjajal jalur gunung dengan ketinggian 3.726 mdpl tersebut.

“Mereka tidak terlalu takut (khawatir, Red),” terang Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman, Kamis (17/7).

Setiap harinya, lebih dari 400 pendaki terdata memasuki kawasan Rinjani melalui berbagai jalur resmi. Seperti Senaru, Sembalun, Torean, Timbanuh, Tetebatu, hingga Aik Berik.

Hingga pertengahan Juli ini, Balai TNGR mencatat jumlah pendaki Gunung Rinjani telah mencapai 36.500 orang. Dengan 18 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Pendaki asal Prancis dan Malaysia mendominasi jumlah tersebut.

Meski demikian, pihak Balai TNGR tegas menyarankan agar para pendaki mempersiapkan diri dengan baik. Mulai persiapan fisik, mental, pengenalan medan, perlengkapan hingga memeriksa Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum pendakian. "Ini juga sangat penting, demi keselamatan dan kenyamanan diri,” ujarnya.

Yarman terus mengimbau agar pendaki menyiapkan asuransi pribadi sebagai bentuk antisipasi terhadap insiden yang tidak diinginkan. Selain asuransi yang telah tersedia dalam kawasan TNGR, pendaki memang diperbolehkan menggunakan asuransi pribadi. “Ini penting demi perlindungan diri mereka,” katanya.

Di kesempatan itu, Yarman juga mengumumkan penutupan sementara pemesanan tiket pendakian melalui aplikasi e-Rinjani. Serta penghentian sementara aktivitas pendakian pada jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 16 Juli 2025 dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini dilakukan dalam rangka peningkatan layanan wisata alam dan pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga kelestarian ekosistem serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengunjung,” jelasnya.

Namun bagi pendaki yang telah memiliki tiket dengan tanggal pendakian sebelum pengumuman ini tetap dapat melanjutkan aktivitasnya sesuai jadwal yang tercantum pada tiket. “Kami juga menyarankan calon pendaki untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi Balai TNGR terkait pembukaan kembali pemesanan tiket dan jalur pendakian,” pungkasnya.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menginginkan adanya syarat pendakian yang didasari dengan level kesulitan masing-masing gunung di Indonesia.

Hal ini guna menambah pengamanan keselamatan, terlebih gunung-gunung di Indonesia memiliki kondisi dan tingkat kesulitan yang beragam.

"Saya punya ide untuk membuat ketentuan prasyarat pendakian yang didasari level kesulitan suatu gunung,” terang menhut dikutip dari rilis yang disebarkan.

Editor : Jelo Sangaji
#pendaki #Gunung Rinjani #rinjani #Balai Taman Nasional Gunung Rinjani #prancis #Malaysia