Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

UMKM Lokal Bersolek di Tengah Semarak Penyelenggaraan FORNAS VIII 2025

Yuyun Kutari • Senin, 28 Juli 2025 | 09:18 WIB
Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal (kiri) bersama Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya di Semarak Expo di halaman LEM, Minggu (27/7).
Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal (kiri) bersama Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya di Semarak Expo di halaman LEM, Minggu (27/7).

LombokPost - Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 tak hanya menjadi ajang olahraga rakyat, tetapi juga panggung strategis bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB untuk unjuk gigi.

Lewat Semarak Expo Dekranasda NTB yang digelar di halaman Lombok Epicentrum Mall, para pelaku UMKM NTB memamerkan beragam produk unggulan: mulai dari kriya, kuliner, hingga fesyen lokal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya yang membuka langsung expo tersebut, menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas produk UMKM NTB.

“Presisi sekali! Kerjaannya rapi, krafing-nya luar biasa. Produk lokal NTB ini benar-benar berkelas nasional,” ujarnya, Minggu (27/7).

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, dan Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, turut mendampingi kunjungan Menparekraf ke sejumlah stan.

Mereka menyambut positif antusiasme pusat terhadap karya ekonomi kreatif NTB. “Kalau Menteri Ekonomi Kreatif sudah kasih jempol, berarti kualitas produk kita memang pantas tampil di kancah nasional bahkan ekspor,” kata Gubernur Iqbal.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Fornas VIII NTB 2025, yang diikuti lebih dari 20.000 peserta dari 38 provinsi.

Expo menjadi panggung besar bagi UMKM NTB menampilkan kekuatan lokal. Menparekraf menilai NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif lintas subsektor seperti kriya, fesyen, kuliner, hingga animasi dan aplikasi digital.

“Animonya luar biasa. Banyak provinsi kini sudah membentuk dinas ekonomi kreatif, ini menunjukkan kesadaran baru akan pentingnya sektor ini,” ungkap Teuku Riefky.

Ia juga menekankan tiga fokus utama pemerintah dalam sektor ekonomi kreatif: penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan menarik investasi. Semua itu, menurutnya, bisa terwujud dengan kolaborasi erat antara pusat dan daerah.

Gubernur NTB menjelaskan bahwa 90 persen pengerjaan Fornas VIII melibatkan vendor lokal NTB.

“Dari jingle, tarian kolosal, koreografi hingga stan-stan pameran dikerjakan oleh anak NTB sendiri. Hanya lighting dan video mapping yang kita support dari luar karena keterbatasan alat,” ujar Iqbal.

Semarak Expo Dekranasda pun menjadi momentum penting, tidak hanya bagi ekonomi daerah tapi juga pengakuan nasional terhadap UMKM NTB yang kini tampil berani, percaya diri, dan berkelas. 

Sementara itu, perputaran ekonomi dari ajang Fornas VIII Tahun 2025 di NTB, diproyeksikan melebihi Rp 800 miliar. Itu berasal dari sektor perhotelan, transportasi, logistik, UMKM, dan kuliner lokal yang akan merasakan dampak langsung dari kedatangan para kontingen dan pengunjung.

Tidak hanya berdampak pada ekonomi, Fornas VIII juga berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 9.500 lapangan kerja sementara diperkirakan tercipta, baik di sektor formal maupun informal. 

Editor : Jelo Sangaji
#UMKM #dekranasda #Fornas #Ekonomi kreatif daerah #NTB