LombokPost – Pemprov NTB kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka akses transportasi antarwilayah demi mendorong konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan penguatan sektor pariwisata.
Dalam pertemuan strategis antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi yang digelar, Kamis (7/8), Pemprov NTB secara khusus memperjuangkan pembukaan jalur penyeberangan laut baru yang menghubungkan NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB Yusron Hadi menegaskan pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah besar Pemprov NTB, untuk memperluas jangkauan transportasi laut sebagai tulang punggung logistik dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
“Kita tahu bersama bahwa pemerintah pusat saat ini tengah mendorong penguatan jalur transportasi laut dan penyeberangan. Ini penting untuk memperkuat distribusi barang dan pergerakan orang antar pulau, yang tentu saja berdampak langsung terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Yusron, Jumat (8/8).
Menurutnya, NTB secara konsisten aktif membuka konektivitas dengan daerah lain, baik melalui jalur udara, laut, maupun darat.
Hal ini dilakukan sebagai upaya integral untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis, seperti pariwisata, logistik, dan perdagangan antarwilayah.
Salah satu usulan konkret yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pembukaan rute penyeberangan laut dari Pelabuhan Sape di Bima, NTB, ke Pelabuhan Waingapu di Sumba Timur, NTT.
Jalur ini dinilai sangat strategis karena menghubungkan dua wilayah penting di kawasan timur Indonesia yang selama ini memiliki potensi besar namun belum terhubung secara maksimal melalui jalur laut.
“Ini saya kira langkah yang sangat tepat, untuk memperkuat keterhubungan kawasan Nusa Tenggara, baik Bali, NTB, maupun NTT. Kalau ke barat kita sudah kuat, begitu juga ke utara. Kini saatnya kita membangun konektivitas yang solid ke timur, untuk memperkuat hubungan ekonomi NTB dan NTT,” tegas Yusron.
Yusron menambahkan pembukaan jalur laut baru ini akan berdampak besar, tidak hanya pada hubungan ekonomi antara NTB dan NTT, tetapi juga terhadap posisi strategis kawasan tenggara Indonesia di tingkat nasional.
“Dengan terbukanya jalur penyeberangan ini, pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia akan makin menggeliat. Ini akan memperkuat posisioning NTB dan NTT dalam peta konektivitas nasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Yusron mengatakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga menyampaikan sejumlah usulan penting kepada Menhub Dudy Purwagandhi.
Di antaranya, peningkatan frekuensi penerbangan ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), pengembangan industri pelayaran dan logistik, serta pembukaan akses pelabuhan Sanur (Bali) dengan Mandalika (NTB) melalui jalur laut.
Usulan ini menjadi bagian dari strategi besar NTB dalam mendorong integrasi antarmoda transportasi sekaligus meningkatkan daya saing daerah di sektor ekonomi dan pariwisata.
Dengan semakin terhubungnya wilayah-wilayah strategis di NTB dengan daerah lain, diharapkan NTB dapat memainkan peran lebih besar dalam rantai distribusi nasional dan regional.
Editor : Kimda Farida