LombokPost – Kamu punya impian menjejakkan kaki di puncak Rinjani? Atau mungkin sudah sering mendaki gunung kebanggaan Lombok ini?
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi membuka kembali kunjungan wisata alam di enam jalur pendakian mulai Senin (11/8/2025)
Dikutip dari Facebook Balai Taman Nasional Gunung Rinjani ada info penting yang wajib kamu simak baik-baik.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) baru saja meresmikan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian Revisi ke-5 Tahun 2025.
Ini bukan sekadar aturan baru, ini adalah upaya serius untuk memastikan kamu aman, nyaman, dan bertanggung jawab saat menikmati keindahan Rinjani.
Perubahan ini dibuat demi keselamatanmu, juga demi kelestarian Rinjani itu sendiri. Jadi, sebelum ranselmu terisi penuh, pastikan kamu sudah paham betul poin-poin krusial ini.
Persiapan Sebelum Mendaki: Jangan Sampai Terlewat!
Surat Sehatmu: Mulai sekarang, surat keterangan sehatmu hanya berlaku maksimal H-1 sebelum tanggal pendakian. Jadi, jangan bikin terlalu jauh-jauh hari, ya.
Surat Pernyataan dan Asuransi: Ini penting! Kamu wajib mengisi Surat Pernyataan dan melampirkan data asuransi lain yang kamu miliki. Ini demi jaminan perlindunganmu di gunung.
Pengalaman Pendakian Itu Penting: Kamu harus bisa membuktikan punya pengalaman mendaki sebelumnya. Bisa dengan foto, sertifikat, atau wawancara. TNGR ingin memastikan pendaki punya bekal dasar.
Jika Usia di Bawah 17 Tahun: Adik-adik atau kamu yang usianya masih di bawah 17 tahun, wajib didampingi oleh orang dewasa dan membawa izin tertulis dari orang tua. Keselamatan adalah prioritas utama.
Pendaki Pemula? Wajib Pakai Guide: Jika ini pengalaman pertamamu di Rinjani, kamu wajib didampingi guide berpengalaman. Jangan nekat sendirian!
Ikuti Safety Briefing: Jangan pernah meremehkan! Kamu wajib mengikuti safety briefing yang akan diberikan sebelum pendakian. Di sana kamu akan mendapatkan informasi krusial untuk keselamatanmu.
Aturan di Lapangan: Jaga Keselamatan dan Kelestarian
Rasio Pemandu dan Porter: Demi keamanan dan kenyamanan, ada rasio baru: 1 guide untuk setiap 5 pendaki. Untuk porter, rasionya 1 porter untuk setiap 2 pendaki asing atau 3 pendaki lokal. Ini memastikan kamu mendapatkan pelayanan dan bantuan yang memadai.
Tour Operator Wajib Cek Perlengkapan: Jika kamu menggunakan jasa tour operator, mereka wajib memastikan standar perlengkapan pendakianmu sesuai aturan. Jangan sampai ada yang kurang!
Dilarang Bawa Speaker Aktif dan Alat Musik: Rinjani itu rumah bagi ketenangan alam. Jadi, dilarang keras membawa speaker aktif dan alat musik yang bisa mengganggu ketenangan dan kenyamanan pendaki lain serta satwa liar. Nikmati suara alam, ya!
Reschedule Jadwal? Ada Aturannya: Jika kamu terpaksa mengubah jadwal pendakian, wajib melapor dan melampirkan alasan serta bukti pendukung. Ini untuk menjaga ketertiban dan kuota pendakian.
Perlu diingat, SOP ini berlaku untuk semua jalur resmi pendakian Rinjani.
Mari menjadi Pendaki Cerdas yang selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang lain, serta peduli terhadap kelestarian Rinjani yang menakjubkan ini.
Cintai Rinjani dengan Peduli. Love Rinjani With Care.
Editor : Pujo Nugroho