Lombok Post–Sebanyak 218 personel tim kesenian asal NTB bersiap menampilkan pertunjukan kolosal dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (17/8).
Rombongan kesenian ini akan menjadi salah satu penampil utama dalam prosesi penurunan bendera Merah Putih yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto, menteri Kabinet Merah Putih, tamu negara, hingga ribuan undangan dari seluruh Indonesia.
Kepala Taman Budaya NTB sekaligus koreografer Lalu Suryadi Mulawarman mengungkapkan, persiapan tim sudah hampir rampung. “Persiapan kami sudah 99 persen. Tinggal satu persen lagi kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa,” ujarnya di Kantor Penghubung NTB di Jakarta, Sabtu (16/8).
Baca Juga: Tarian Kolosal Siap Tampil, 218 Seniman NTB Sukses Memukau Istana Negara Jelang HUT ke-80 RI
Menurutnya, para penari dan pemusik sudah menjalani serangkaian latihan intensif agar penampilan mereka bisa benar-benar maksimal di panggung prestisius tersebut.
Penampilan NTB akan membawakan tarian kolosal bertajuk Tembolak Beak yang menggambarkan kekayaan budaya serta persatuan tiga suku besar di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo.
Tarian ini berdurasi lima menit, diawali dengan pertunjukan Tembolak, Gendang Beleq, Rudat, Rumpu Lope, hingga atraksi ketangkasan Peresean yang selalu menjadi daya tarik budaya Lombok.
Paduan musik, gerak, serta busana tradisional khas daerah menjadi simbol keberagaman yang menyatu dalam satu harmoni.
Baca Juga: Tari Kolosal FORNAS VIII 2025 NTB Jadi Sorotan, Dapat Undangan Kepresidenan: Isi Acara HUT RI ke 80?
Pelatih sekaligus penari, Sella Aprilina mengaku bangga sekaligus terharu bisa membawa tim NTB tampil di Istana Merdeka. Ia menyebut kesempatan ini adalah momen langka yang tidak mudah diraih.
“Ini pertama kali saya secara langsung tampil sekaligus menjadi pelatih di Istana Negara, sebelumnya pernah secara daring, sekarang ini rasanya luar biasa, penuh kebanggaan, tapi juga penuh tantangan. Melatih lebih dari 200 talent dalam waktu hanya 10 hari itu sangat singkat,” ujarnya.
Menurut Sella, tantangan terbesar adalah menyatukan kekompakan ratusan penari dengan koreografi yang benar-benar baru. Apalagi tema yang diangkat cukup kompleks karena harus merepresentasikan tiga suku besar NTB.
Baca Juga: Istana Undang Tari Kolosal Pembukaan Fornas NTB Tampil di HUT RI ke-80
“Memberi semangat, menjaga kekompakan, hingga memastikan hafalan gerakan dalam waktu singkat itu tidak mudah. Tapi anak-anak menunjukkan semangat luar biasa,” tambahnya.
Ia pun selalu menekankan kepada anak didiknya agar tampil dengan sepenuh hati. “Setiap hari saya bilang, kalian harus totalitas, power, senyum, dan tampilkan yang terbaik. Ini bukan hanya untuk kalian, tapi untuk NTB,” pesannya.
Salah satu penari Ainul Mardiati mengaku sangat bersyukur bisa ikut serta dalam misi budaya ini.
Baginya, tampil di Istana Merdeka bersama anak muda NTB yang lain, merupakan pengalaman yang membanggakan sekaligus membawa tanggung jawab besar.
“Rasanya bangga sekali bisa tampil di hadapan Presiden dan membawa nama NTB. Hasil gladi sudah sangat baik, sekarang tinggal bagaimana kita bisa mempertahankannya bahkan meningkatkan saat hari H,” ujarnya.
Baca Juga: Penampilan Kolosal di Pembukaan FORNAS VIII NTB yang Spektakuler Pukau Puluhan Ribu Mata Peserta
Gadis 22 tahun itu juga mengingat wejangan dari pelatih dan koreografer agar menari dengan hati yang ikhlas.
“Pak guru selalu bilang, menarilah dengan hati yang ikhlas, totalitas, dan penuh tanggung jawab. Itu yang akan kami pegang saat tampil nanti,” tuturnya.
Kehadiran tim kesenian NTB di panggung nasional ini diharapkan bisa memperkuat citra daerah sebagai provinsi yang kaya akan seni budaya.
Lebih dari sekadar pertunjukan, tarian Tembolak Beak juga menjadi simbol persatuan dan semangat perjuangan yang diwariskan leluhur.
Dengan persiapan yang matang, semangat kebersamaan, serta doa seluruh masyarakat NTB, tim kesenian ini optimistis akan memberikan penampilan terbaik yang memukau dan meninggalkan kesan mendalam pada HUT ke-80 RI di Istana Merdeka.
Editor : Akbar Sirinawa