Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada! Kereta Gantung Rinjani Bisa Menambah Kritis Hutan NTB

Umar Wirahadi • Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:03 WIB
Direktur Walhi NTB Amri Nuryadin mengingatkan proyek kereta gantung Rinjani bisa menambah kritis hutan NTB.
Direktur Walhi NTB Amri Nuryadin mengingatkan proyek kereta gantung Rinjani bisa menambah kritis hutan NTB.

LombokPost – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB terus menyoroti wacana pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani.

Rencana titik awal dibangun dari kawasan hutan rakyat di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Panjang kereta gantung kurang lebih 10-15 kilometer. 

"Proyek ini tidak hanya potensial merusak hutan. Tapi ini akan menambah kekritisan kawasan hutan di NTB," kata Direktur Walhi NTB Amri Nuryadin, Senin (18/8). 

Amri mengakui bahwa pembangunan kereta gantung menjadi domain pemerintah pusat melalui izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

Tapi Walhi mendesak Pemprov NTB tetap menolak proyek itu.

"Betul itu izin pusat. Tapi sebagai daerah yang ditempati, pemprov sebaiknya menyuarakan penolakan juga," imbuh Amri. 

Apalagi hingga kini, belum ada studi kelayakan atau feasibility study (FS) maupun detail engineering design (DED) yang disampaikan ke publik.

Hanya gembar gembor akan bangun pariwisata bertaraf internasional. "Ini sudah salah kaprah. Jangan sampai merusak hutan atas nama investasi pariwisata," ungkapnya. 

Jika proyek bernilai triliunan rupiah itu diteruskan, Walhi NTB siap melakukan upaya hukum.

Bukan hanya melakukan pressure, tapi juga akan melakukan mekanisme komplain.

Baik ke Kementerian LHK serta instansi terkait. Termasuk Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Karena kawasan Rinjani berada dalam domain kewenangan Balai TNGR. 

Walhi NTB menolak pembangunan kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani. Fasilitas ini berpotensi merusak ekosistem di kawasan hutan.
Walhi NTB menolak pembangunan kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani. Fasilitas ini berpotensi merusak ekosistem di kawasan hutan.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Mohammad Faozal masih meragukan keseriusan PT Indonesia Lombok Resort selaku calon investor kereta gantung.

Meskipun perwakilan Indonesia Lombok Resort sudah menemui gubernur, tapi belum ada tanda keseriusan pihak investor. Khususnya dari sisi investasi yang terbilang besar sampai Rp 15 triliun. 

"Saya sih belum yakin akan jadi. Karena belum ada tanda-tanda serius ke arah itu," ujar Faozal.

Meski mendapat banyak penolakan publik, proyek kereta gantung di Gunung Rinjani tampaknya tidak surut.

Bahkan perwakilan investor yang berminat membangun kereta gantung bernama PT Indonesia Lombok Resort, telah menemui Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada Kamis lalu (14/8). 

Kereta gantung diproyeksikan untuk memudahkan wisatawan lansia atau orang-orang yang mengalami kendala fisik.

Namun, titik akhir kereta ini tidak sampai ke puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak.

Masih ada sekitar dua kilometer yang harus ditempuh menuju puncak Rinjani setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

 

Editor : Kimda Farida
#Gunung Rinjani #Kereta Gantung #kemen lhk #Lalu Mohammad Faozal #Kerusakan Hutan #Walhi NTB #Provinsi NTB