LombokPost — Ribuan warga NTB tumpah ruah di sepanjang jalan protokol Kota Mataram, Selasa (19/8) sore.
Jalan Langko hingga Jalan Pejanggik sejauh 2,5 kilometer berubah menjadi lautan manusia yang antusias menyaksikan Parade Budaya HUT RI ke-80.
Parade yang dipusatkan di Lapangan Sangkareang itu menghadirkan puluhan kontingen dari instansi pemerintah, sekolah, hingga perwakilan 10 kabupaten/kota se-NTB.
Atraksi budaya, tari tradisional, busana adat, hingga kostum kreatif warna-warni membuat suasana sore semakin meriah.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB. Di antaranya Ketua DPRD NTB, Danrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Kepala Kejati NTB, serta para kepala OPD lingkup Pemprov NTB.
Hadir pula Ketua FKUB NTB, Ketua Majelis Adat Sasak, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Tak ketinggalan, Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho mendampingi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam parade yang sarat pesan persatuan ini.
Brigjen Hari menekankan, parade budaya bukan sekadar hiburan, melainkan momentum memperkuat persatuan dan kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerah.
“Parade budaya ini menggambarkan betapa kaya dan beragamnya budaya NTB. Momentum seperti ini penting untuk menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat nasionalisme, apalagi di tengah peringatan HUT RI ke-80,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran ribuan masyarakat yang berbaur tanpa sekat menjadi bukti kuat bahwa semangat kemerdekaan masih terpatri dalam hati warga NTB.
“Kita ingin suasana guyub dan rukun ini terus terjaga. Semangat kebangsaan jangan hanya berhenti di panggung budaya, tapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur NTB Iqbal memberikan apresiasi kepada seluruh peserta parade yang menampilkan karya terbaik mereka. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dijadikan agenda tahunan.
“Selain memperkuat identitas daerah, parade ini juga bisa menjadi sarana promosi budaya NTB ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Iqbal.
Kemeriahan semakin terasa ketika setiap kabupaten/kota menampilkan ikon khas masing-masing.
Mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga busana adat yang memikat penonton.
Tepuk tangan dan sorakan penonton mengiringi setiap penampilan, menciptakan suasana penuh kebersamaan.
Acara yang berlangsung hingga matahari tenggelam itu ditutup dengan penampilan kolaborasi seni dari berbagai unsur budaya NTB.
Harmoni musik dan tarian yang ditampilkan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang hadir.
Editor : Kimda Farida