Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RS Mandalika Terapkan AI, Komunikasi dengan Pasien Asing Kini Lebih Mudah

Kimda Farida • Senin, 25 Agustus 2025 | 09:14 WIB
TERUS BERINOVASI: RS Mandalika menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk mempermudah komunikasi dengan pasien mancanegara.
TERUS BERINOVASI: RS Mandalika menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk mempermudah komunikasi dengan pasien mancanegara.

LombokPost--Rumah Sakit (RS) Mandalika terus berbenah demi meningkatkan kualitas pelayanan.

Tidak hanya mengadopsi teknologi mutakhir, rumah sakit yang berdiri di kawasan KEK Mandalika itu juga aktif terlibat dalam program kesehatan masyarakat.

Terbaru, RS Mandalika resmi memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk memperlancar komunikasi antara tenaga medis dengan pasien mancanegara.

Terobosan ini menjadi yang pertama diterapkan di lingkungan rumah sakit tersebut.

Direktur RS Mandalika, dr Oxy Tjahjowahjuni, menuturkan perbedaan bahasa selama ini menjadi salah satu tantangan besar.

“Tidak semua pasien asing bisa berbahasa Inggris. Banyak yang berasal dari Jepang, Korea, Jerman, hingga negara-negara Afrika. Melalui AI, hambatan komunikasi itu kini bisa diatasi lebih cepat dan akurat,” jelasnya, Minggu (24/8).

Ia menegaskan, inovasi ini lahir demi kenyamanan pasien dan untuk menunjang RS Mandalika sebagai rumah sakit rujukan berstandar internasional di kawasan pariwisata.

Selain mengandalkan teknologi, pihaknya juga rutin menggelar English Day setiap Jumat, sebagai sarana latihan bagi tenaga kesehatan agar semakin komunikatif dan profesional melayani pasien asing.

Tidak hanya fokus pada layanan internasional, RS Mandalika juga memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat.

Sebagai rumah sakit rujukan terdekat, Mandalika aktif mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

Salah satunya melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang diinisiasi BKKBN.

RSBaca Juga: RS Mandalika Gelar Seminar Dampak Perkawinan Anak, Ajak Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

Program ini mendorong masyarakat bergotong royong menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, sekaligus memastikan pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk bayi di bawah dua tahun (baduta).

Komitmen ini diharapkan mampu mendorong konvergensi program lintas sektor, sehingga target penurunan stunting di Kabupaten Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Pujut, bisa segera tercapai.

Dengan dua langkah besar tersebut, pemanfaatan teknologi AI untuk pasien asing dan dukungan penuh pada program penurunan stunting, RS Mandalika ingin menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat lokal maupun internasional. 

Editor : Kimda Farida
#Rumah Sakit Mandalika #RS Mandalika