LombokPost-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menunda penyelenggaraan Mandalika Suka-Suka 2025.
Festival Mandalika Suka-Suka ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (31/8) di kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Keputusan yang diambil ITDC ini sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap perkembangan situasi terkini di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka menegaskan, keamanan dan kenyamanan seluruh pihak menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program aktivasi kawasan.
“Penundaan ini merupakan bentuk nyata empati dan kepedulian ITDC terhadap kondisi terkini, di mana aspek keamanan dan kenyamanan dalam penyelenggaraan sebuah program aktivasi kawasan menjadi hal yang wajib diutamakan,” ujarnya saat konferensi pers di Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (30/8).
Selain menunda pelaksanaan, ITDC juga memastikan seluruh penonton yang telah membeli tiket akan memperoleh pengembalian dana (refund) sesuai dengan nilai tiket yang dibayarkan.
“Bagi penonton yang telah membeli tiket, ITDC melalui mitra resmi penjualan tiket akan melakukan pengembalian dana sesuai nilai tiket yang telah dibayarkan. Informasi mengenai jadwal terbaru akan kami sampaikan lebih lanjut dengan mempertimbangkan aspek teknis maupun non-teknis,” bebernya.
Dengan penundaan ini, ITDC berharap masyarakat dapat memahami langkah yang ditempuh sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap situasi nasional dan keselamatan seluruh peserta.
Sebelumnya, penyelenggaraan Mandalika Suka-Suka ini hendak menghadirkan tiga penyanyi musik Koplo. Yaitu, Ndarboy Genk, Happy Asmara dan Ndx AKA.
Mandalika Suka-Suka adalah sajian hiburan rakyat yang dihadirkan ITDC berupa musik koplo. Genre satu ini, belakangan kian melekat pada rakyat Indonesia tak terkecuali di Lombok, NTB.
Festival ini diharapkan bisa terus berjalan tiap tahunnya. Tidak hanya menghibur masyarakat, namun mendorong pergerakan ekonomi rakyat, peningkatan kunjungan wisatawan.
Sebab, gelaran ini secara tidak langsung menjadi etalase bagi pelaku-pelaku UMKM yang dibina oleh ITDC.
“Ini merupakan festival yang menampilkan seni, budaya lokal dan menjadi ruang praktik mempererat persaudaraan,” cetus Troy.