LombokPost-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (1/9).
Massa aksi menyuarakan enam tuntutan dan aspirasi yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah pusat. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, hadir secara langsung menemui mereka.
Di hadapan massa aksi, Iqbal menyampaikan komitmennya untuk mendengar dan menampung aspirasi yang disampaikan.
Ia bahkan berjanji akan meneruskan seluruh tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat tanpa menambah ataupun mengurangi satu pun poin dari apa yang disampaikan.
“Saya sudah mendengar semuanya dari awal sampai akhir, dan saya berjanji meneruskan apa yang kalian sampaikan, ini janji saya,” tegas Gubernur.
Di kesempatan itu, Gubernur Iqbal menyampaikan pesan khusus kepada keluarga besar HMI. Ia meminta agar HMI ikut ambil bagian dalam mengawal jalannya pemerintahan yang saat ini ia pimpin.
Bukan hanya dalam bentuk kritik, namun juga dalam bentuk nasihat dan pengawasan yang konstruktif. Ia mengakui banyak persoalan lokal yang tengah dihadapi pemprov saat ini.
Mulai dari persoalan di Gili Trawangan, Sekotong dan masih banyak lagi. Ia berjanji akan menyelesaikan satu per satu permasalahan tersebut dengan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya.
“Ada ribuan masalah di daerah ini. Saya berjanji dengan seluruh kemampuan saya, dengan seluruh kekuatan, dengan seluruh sumber daya yang saya miliki, saya akan berusaha menyelesaikan satu per satu,” ujarnya.
“Tapi baru satu per satu yang bisa saya selesaikan, saya tidak mungkin bisa menyelesaikan semua ini di awal, tapi pegang janji saya, mahasiswa tolong kawal saya, kalau saya ingkar terhadap janji saya, tegur saya.” Tambah Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur.
Iqbal juga memberikan penekanan moral kepada mahasiswa yang tergabung di HMI, agar tidak hanya menjadi pengawas pasif, namun aktif menegur apabila ada indikasi penyimpangan atau kesalahan dalam kebijakan yang diambil pemprov.
“Keluarga besar HMI, kalianlah yang paling bertanggung jawab untuk menegur saya lebih dulu sebelum saya ditegur oleh orang lain. Kalau saya berbuat salah, kalau saya melakukan kecurangan, kalian harus menjadi yang pertama menegur saya. Jangan tunggu sampai orang lain melakukannya,” tegasnya lagi.
Ia melanjutkan, mengawal itu artinya memberi nasihat dan saran ketika ada kesalahan. “Kalian pertama yang mengingatkan, mengawal itu bukan menjilat, bukan pula memuji, namun kembali lagi, mengawal itu memberi saran dan nasehat, dan mengingatkan ketika salah,” pungkas Gubernur.
Dalam suasana yang penuh semangat itu, Gubernur Iqbal bahkan mengajak massa aksi untuk mengikrarkan komitmen bersama dalam mengawal jalannya pemerintahan."Janji?" serunya lantang. "Janji!" sahut massa aksi serentak.
Usai menyampaikan pernyataannya, Iqbal mengajak massa aksi untuk menunaikan salat zuhur berjamaah di Pendopo Gubernur NTB. Aksi demonstrasi yang digelar HMI Cabang Mataram tersebut berlangsung kondusif dan aman. Aksi itu berakhir sekitar pukul 13.30 WITA.
Editor : Siti Aeny Maryam