LombokPost - Sejumlah negara dilaporkan telah mengeluarkan travel warning atau peringatan perjalanan ke Indonesia. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan sosial akibat demonstrasi dan kerusuhan di beberapa wilayah di Indonesia.
Terkait hal tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan peringatan belum berada pada level yang mengkhawatirkan, masih dalam batas wajar.
“Semua tergantung levelnya. Kalau masih travel warning, itu hal yang biasa. Selagi belum sampai merah atau travel banned, artinya belum ada pelarangan resmi untuk bepergian,” terangnya, Selasa (2/9).
Mantan duta besar ini menjelaskan, secara umum ada tiga level peringatan perjalanan yang dikeluarkan. Dimulai dari travel alert, travel warning, dan travel banned.
Menurutnya, travel warning adalah imbauan kehati-hatian kepada warga negara asing. Agar lebih waspada saat berada di wilayah tertentu.
“Kalau masih warning, asuransi perjalanan masih tetap meng-cover. Tapi kalau sudah travel banned, dan terjadi sesuatu, asuransi tidak akan membayar. Itu yang jadi pertimbangan besar bagi mereka,” jelasnya.
Saat sudah masuk travel banned, warga negara benar-benar dilarang melakukan perjalanan ke suatu wilayah. “Itu sebabnya mereka biasanya tidak akan datang ke daerah yang sudah masuk kategori itu, kecuali yang nekat,” tambahnya.
Meski demikian, Pemprov tetap memperhatikan dampak psikologis dan ekonomi dari peringatan tersebut. Khususnya terhadap sektor pariwisata.
Mengenai situasi saat ini, Iqbal mengakui telah mendapat sejumlah pertanyaan dari investor yang berniat menanamkan modal di NTB. Untuk meyakinkan mereka, ia menunjukkan langsung kondisi aktual di lapangan.
“Saya kirimkan video dari Mataram. Ada bule-bule yang sedang jalan santai, itu saya tunjukkan ke teman-teman investor untuk memastikan bahwa kondisi di NTB aman dan terkendali,” ungkapnya.
Hingga saat ini, belum ada gangguan keamanan yang berarti di NTB. Pemerintah pusat juga disebut telah mulai melakukan konsolidasi nasional untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan secara menyeluruh.
“Insya Allah kita tidak akan sampai pada situasi yang lebih buruk. Konsolidasi di tingkat pusat juga sudah mulai terlihat, dan kami di daerah terus menjaga agar kondisi tetap tenang dan aman,” tandasnya.
Ketua Asosiasi General Manager Hotel dan Vila Indonesia (IHGMA) NTB Lalu Kusnawan mengatakan dari sisi pariwisata, dampaknya sudah mulai dirasakan. “Memang belum terlalu signifikan,” ujarnya.
Namun beberapa tamu hotel ada yang membatalkan pesanan, meski tingkat hunian hotel masih terjaga di atas rata-rata. Namun, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius.
Editor : Akbar Sirinawa