Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hadir di Mimbar Rakyat, Gubernur NTB Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa dan Pastikan Tindak Lanjut 9 Tuntutan

Yuyun Kutari • Rabu, 10 September 2025 | 13:32 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kiri), saat menghadiri Mimbar Rakyat yang digelar oleh aliansi mahasiswa Cipayung Plus, Selasa (9/9).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kiri), saat menghadiri Mimbar Rakyat yang digelar oleh aliansi mahasiswa Cipayung Plus, Selasa (9/9).

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghadiri kegiatan Mimbar Rakyat yang digelar oleh Cipayung Plus NTB pada Selasa (9/9) sore. Forum bertema “Suara Rakyat, dari Jalan ke Kebijakan, Apakah Didengar?” ini menjadi wadah penyampaian aspirasi berbagai organisasi mahasiswa kepada Pemprov NTB. 

Dalam forum tersebut, mahasiswa mengusung Gerakan 9 September dengan sembilan tuntutan utama serta respon terhadap kondisi sosial di daerah khususnya dan Indonesia secara umum. 

Mahasiswa menyuarakan sejumlah isu strategis. Di antaranya, peninjauan ulang Peraturan Daerah (Perda) terkait kendaraan dinas dan tunjangan anggota DPRD NTB, keberpihakan anggaran untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.

Kemudian, pengembangan sektor ekonomi non-tambang, serta konsistensi penerapan sistem meritokrasi dalam birokrasi. "Saya terbuka terhadap kritik," Gubernur Iqbal.

Ia menyebut aspirasi mahasiswa yang sebelumnya disampaikan melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB pada 1 September lalu, telah diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tanpa ada perubahan substansi.

“Saya justru senang jika teman-teman menyampaikan aspirasi seperti ini. Forum seperti Mimbar Rakyat sangat positif karena aspirasi bisa disampaikan secara lebih terstruktur. Saya terbuka, tidak anti kritik. Sebagai mantan aktivis seperti kalian, saya justru merasa kritik itu penting,” ujar Iqbal.

Baca Juga: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Tak Risaukan Travel Warning

Iqbal juga menekankan pentingnya fungsi kontrol dalam sistem demokrasi. Ia menyitir ungkapan power tends to corrupt, sebagai pengingat bahwa kekuasaan harus selalu diawasi agar tidak disalahgunakan.

“Kekuasaan itu cenderung korup, apalagi jika tidak diawasi. Saat kekuasaan merasa diawasi, potensi penyimpangan bisa diminimalisir. Insyaallah, kita akan lakukan pertemuan lanjutan. Mungkin rutin, mungkin tidak, tapi yang jelas pertemuan seperti ini akan terus berlanjut. Silakan nanti dijadwalkan bersama teman-teman Cipayung Plus,” jelas pria asal Lombok Tengah tersebut.

Di kesempatan itu juga, Gubernur Iqbal menyoroti perkembangan demokrasi Indonesia yang dinilainya masih dalam proses belajar, namun tetap menunjukkan kemajuan di beberapa sektor.

Baca Juga: Aksi Demo Berujung Pembakaran Kantor DPRD NTB, Gubernur Iqbal Langsung Ambil Langkah Konsolidasi

Salah satunya adalah keterlibatan perempuan dalam politik yang menurutnya bahkan lebih baik dibandingkan beberapa negara maju.

“Memang benar, Indonesia masih memiliki banyak kekurangan. Tapi kita adalah bangsa yang sedang belajar. Usia kemerdekaan kita belum 100 tahun, baru sekitar 80 tahun setelah dijajah selama 3,5 abad,” terang Iqbal. 

Selain isu demokrasi, Gubernur turut membahas persoalan ekonomi. Ia mengakui kontribusi sektor tambang terhadap pertumbuhan ekonomi cukup besar, namun dampaknya terhadap daya beli masyarakat masih terbatas.

Baca Juga: Tenangkan Suasana, Gubernur NTB Temui Pendemo dan Janji Selesaikan Masalah Daerah

Karena itu, Pemprov NTB mendorong diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM. Karena tiga pilar utama pembangunan NTB adalah pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata.

"Semua kebijakan diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Gubernur.

Perwakilan Cipayung Plus, Ketua GMNI NTB Al Mukmin, menyambut baik sikap terbuka pemerintah.

Baca Juga: Gubernur NTB Ajak Mahasiswa dan Tokoh Agama Jaga Kedamaian Bumi Gora

Dirinya menilai dialog ini memberi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Kami merasa lebih didengar karena Gubernur merespon satu per satu tuntutan kami. Harapan kami, janji tindak lanjut ini benar-benar dijalankan, bukan hanya sekadar ucapan,” terangnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#Cipayung Plus #Indonesia #DPRD NTB #Gubernur NTB #NTB #Lalu Muhamad Iqbal