LombokPost – Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin merespon kritik DPRD NTB yang menyoroti rendahnya progres pekerjaan fisik. Padahal waktu efektif praktis tersisa tinggal 3,5 bulan lagi.
Sadimin berjanji siap mengebut pekerjaan konstruksi jalan provinsi.
Sejumlah proyek besar sudah masuk tender. Setelah melalui proses sanggah akan langsung ditentukan pemenang lelang.
"Pertengahan September ini semua sudah terkontrak. Dan akan langsung dilakukan pekerjaan fisik," kata Sadimin, Kamis (11/9).
Dinas PUPR akan langsung mengeluarkan surat perintah kerja (SPK).
Rekanan yang memenangkan tender pun tidak bisa berlama-lama. Harus mulai langsung bekerja.
"Tidak bisa bersantai-santai karena waktunya sudah mepet. Waktu efektif 3,5 bulan saja. Harus dikebut. Semoga bisa maksimal," papar Sadimin.
Dijelaskan, tahun anggaran 2025 Dinas PUPR akan mengerjakan tiga lokasi peningkatan jalan dengan anggaran cukup besar.
Di antaranya ruas Jalan Dasan Geres-Pohgading, Lombok Timur. Di sana dianggarkan sekitar Rp Rp 28 miliar. Jalan akan ditingkatkan sepanjang 5-6 kilometer.
Selain badan jalan, juga jadi satu dengan sistem drainase dan asesoris kelengkapan jalan.
"Perbaikan Dasan Geres-Pohgading ini cukup mendesak karena rusak berat," ujar Sadimin.
Peningkatan jalan dengan anggaran jumbo lainnya dilakukan di Simpang Tano-Senteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Di sana dianggarkan Rp 42 milyar. Jalan akan diperbaiki dua sisi.
Berikutnya peningkatan jalan dilakukan di wilayah Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Ruas jalan itu dianggarkan Rp 20 miliar.
Wilayah itu termasuk yang terdampak banjir pada 2024 lalu. Dinas PUPR NTB sudah pernah melakukan kebaikan darurat.
Tapi karena kendala anggaran dan waktu pelaksanaan yang mepet saat itu, perbaikan infrastruktur itu menjadi tidak maksimal.
"Jalan provinsi Lunyuk-Sekongkang ini hampir mau putus. Sehingga diprioritaskan dulu yang mendesak karena anggaran kita terbatas," jelas Sadimin.
Di luar tiga ruas tersebut, Dinas PUPR NTB telah melakukan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan.
Mulai ruas jalan provinsi Praya-Keruak, Sembalun, Sambelia hingga beberapa jalan provinsi lainnya di Lombok dan Pulau Sumbawa.
Pemeliharaan jalan provinsi itu dilakukan secara sporadis. Konstruksi perbaikan hanya dilakukan di titik-titik yang rusak.
Itu pun tidak semua bisa diperbaiki karena keterbatasan anggaran.
Editor : Siti Aeny Maryam