Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BRIDA Siap Hasilkan Teknologi Terapan Berbasis Potensi Lokal

Umar Wirahadi • Senin, 15 September 2025 | 06:19 WIB
Kepala Badan Riset Daerah (BRIDA) NTB I Gede Putu Aryadi memastikan BRIDA siap menghasilkan teknologi terapan di bidang-bidang unggulan berbasis potensi lokal.
Kepala Badan Riset Daerah (BRIDA) NTB I Gede Putu Aryadi memastikan BRIDA siap menghasilkan teknologi terapan di bidang-bidang unggulan berbasis potensi lokal.

LombokPost – Kepala Badan Riset Daerah (BRIDA) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menjawab tantangan DPRD NTB yang meminta BRIDA agar menghasilkan teknologi terapan di bidang-bidang unggulan berbasis potensi lokal.

Mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan, serta energi terbarukan.

Dia mengklaim BRIDA NTB sudah bertransformasi menjadi lembaga yang lebih adaptif dan aplikatif.

Itu sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 7 Tahun 2023 yang mengatur tentang Pedoman, Pembentukan, dan Nomenklatur BRIDA. 

Transformasi itu, ujar Gede, membuat BRIDA lebih fokus menghasilkan karya nyata.

"Kami sedang menyiapkan laboratorium riset, menyusun roadmap penelitian, serta mengawal 139 inovasi daerah. Di mana 12 inovasi lahir langsung dari BRIDA," papar I Gede Putu Aryadi. 

Di hadapan DPRD, Gede memaparkan sejumlah inovasi unggulan. Seperti inovasi pemanfaatan lahan kering.

Juga ada pengembangan kacang Sacha Inchi di atas lahan 30 hektare dengan 5.000 pohon.

Serta ada varietas kurma silang dengan salak yang sukses menembus peringkat ke-7 terbaik dunia dan akan mewakili Indonesia di Abu Dhabi.

"Inovasi ini adalah bukti bahwa NTB mampu melahirkan produk unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga dunia," ujar Gede.

Lebih jauh, pihaknya juga siap menjawab tantangan yang disampaikan DPRD dalam forum rapat kerja itu. Khususnya dalam menghasilkan teknologi terapan untuk mendukung potensi lokal daerah.

Pihaknya sudah menggandeng dan berkolaborasi dengan beberapa kampus dan lembaga riset nasional. 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto juga mendorong riset BRIDA agar lebih nyata dan aplikatif.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto juga mendorong riset BRIDA agar lebih nyata dan aplikatif.

"Kami juga telah membangun jejaring riset dengan BRIN, LIPI, Kementerian, dan lembaga riset swasta. Kolaborasi ini untuk mengisikan inovasi yang lebih besar ke depan," papar Gede Putu Aryadi. 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto juga mendorong riset BRIDA harus menjadi lebih aplikatif.

Sehingga inovasi yang dihasilkan langsung bisa diterapkan oleh masyarakat atau kalangan industri.

Seperti riset produk turunan hasil pertanian. Ini bisa menghasilkan jagung pakan ternak, singkong dan tepung modifikasi.

"Ini bisa membantu UMKM dengan teknologi sederhana, murah, tapi berdampak besar," papar Sudirsah. 

Di sektor kelautan juga demikian. Inovasi bisa difokuskan pada pengembangan budidaya rumput laut, perikanan modern, serta pengolahan hasil laut yang bisa bernilai tambah ekonomi. 

Hasil riset BRIDA, sambung dia, jangan sampai berhenti hanya pada laporan saja. Harus diteruskan menjadi temuan yang nyata dan aplikatif.

"Program harus menyentuh masyarakat bawah. Seperti petani, nelayan, UMKM. Ini agar manfaatnya terasa secara langsung," pungkas politisi Gerindra itu. 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#potensi lokal #Perikanan dan Kelauatan #peternakan dan pertanian #Brida NTB #Provinsi NTB #Pariwisata