LombokPost - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB menunjukkan capaian positif dalam 100 hari pertama masa kerja komisioner periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Lalu Muhammad Iqbal Murad.
Sejak resmi dilantik pada Juni lalu, jajaran Baznas NTB terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang lebih profesional, transparan, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Dalam ekspos realisasi kinerja 100 hari, Ketua Baznas NTB Lalu Muhammad Iqbal Murad mengungkapkan selama tiga bulan terakhir, pihaknya berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 18 miliar.
Dana tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan rumah layak huni, bantuan gerobak usaha bagi pelaku UMKM, serta beberapa program ketahanan pangan berbasis ekonomi produktif.
“Kami sudah menyalurkan dana tersebut untuk program-program prioritas,” jelasnya, Selasa (16/9).
Seperti untuk program rumah layak huni, gerobak usaha, dan beberapa inisiatif lainnya. Selain itu, pihaknya juga bersinergi dengan Baznas RI dalam menjalankan program nasional seperti ketahanan pangan, Zet Auto, Zet Kopi, dan bantuan ternak.
Baznas NTB juga aktif mengintegrasikan program-program lokal dengan inisiatif nasional guna memperluas jangkauan dan memperkuat dampak sosial.
Ia menyebut, semua program tersebut saat ini sedang berjalan di berbagai wilayah NTB, dengan pendampingan langsung dari tim Baznas provinsi dan kabupaten/kota.
Lebih lanjut, Iqbal menekankan pentingnya transparansi dan publikasi terhadap pengelolaan dana umat. Ia menilai, langkah ekspose kinerja bukan semata-mata untuk menunjukkan hasil, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban dan media syiar kepada para muzakki (pemberi zakat), agar mereka tahu dengan jelas arah penggunaan dana yang mereka titipkan.
“Momen ini adalah bentuk syiar. Supaya para muzakki mengetahui arah dana yang mereka percayakan kepada Baznas NTB. Tujuannya jelas, agar publik tahu, dan dengan itu, kepercayaan terhadap Baznas semakin meningkat,” ujarnya.
Pihaknya berharap, dengan keterbukaan ini, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti Baznas dapat terus tumbuh.
Apalagi, seluruh program yang dijalankan juga didesain untuk memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat.
“Transparansi, akuntabilitas, dan inovasi program menjadi tiga pilar utama dalam strategi Baznas NTB ke depan,” tandasnya.
Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri menyampaikan apresiasi atas inovasi dan perluasan jangkauan program Baznas NTB.
Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar penyaluran bantuan dapat menjangkau masyarakat secara merata di 10 kabupaten/kota NTB.
“Semakin banyak yang bisa kita kumpulkan, insyaallah akan lebih berkah dan lebih banyak manfaatnya. Pencatatan data sangat penting setiap tahunnya, sehingga bantuan dapat disalurkan secara merata dan tidak hanya terpaku pada beberapa kecamatan dan desa,” ujarnya.
Wagub menyoroti kolaborasi antara Baznas dengan visi-misi Pemprov NTB, khususnya dalam program Desa Berdaya.
Ia menilai program Baznas yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan sejalan dengan prioritas pemerintah daerah.
“Ini adalah bukti nyata kemitraan dan kolaborasi kita. Inti dari pengentasan kemiskinan adalah bagaimana kita bersama-sama memulai dari bawah, yaitu dari desa, dengan memetakan sejumlah desa dengan kemiskinan ekstrem,” kata Wagub.
Wagub juga mengajak pihak perbankan dan pengusaha untuk berpartisipasi melalui program CSR. Kepada para penerima manfaat, ia berpesan agar menjadikan bantuan tersebut sebagai motivasi untuk kelak bisa menjadi pihak yang memberi.
Editor : Siti Aeny Maryam