Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Janji Beri Bantuan untuk Lahan Pertanian Rusak Akibat Banjir di Batuyang

Yuyun Kutari • Selasa, 23 September 2025 | 06:58 WIB
BUTUH PENANGANAN: Plt Kepala Distanbun NTB Muhammad Riadi (kanan), saat meninjau lahan pertanian yang rusak akibat banjir di Desa Batuyang, Lombok Timur, Sabtu (20/9).
BUTUH PENANGANAN: Plt Kepala Distanbun NTB Muhammad Riadi (kanan), saat meninjau lahan pertanian yang rusak akibat banjir di Desa Batuyang, Lombok Timur, Sabtu (20/9).

LombokPost-Ancaman gagal panen membayangi puluhan petani di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Itu setelah banjir bandang yang terjadi pada Kamis malam (18/9) merusak puluhan hektare lahan pertanian.

“Kami sudah turun bersama Dinas Pertanian Lombok Timur, UPTD Balai Benih Induk Pertanian (BBIP) UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan (BPTP) dan lainnya, melihat kondisi di lapangan,” terang Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Muhammad Riadi, Senin (22/9).

Banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Tanggek itu merendam dan menimbun lahan dengan material pasir dan batu, tepat saat tanaman mendekati masa panen.

Total luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 40,5 hektare. Rinciannya, 25 hektare tanaman padi dengan umur 60–90 Hari Setelah Tanam (HST), 10 hektare jagung berumur 30–90 HST, serta 5,5 hektare hortikultura berupa cabai rawit dan tomat berumur 90–115 HST.

Kerusakan paling parah dialami oleh dua kelompok tani, yakni Maju Karya II dan Pade Bareng. Mereka menanggung kerugian besar karena tanaman sebagian besar telah mendekati masa panen.

“Tanaman ini bukan hanya gagal panen, tapi juga lahannya tertimbun material. Artinya, sebelum menanam kembali, harus ada reklamasi terlebih dahulu,” jelas pria yang juga kepala Biro Umum Setda NTB tersebut.

“Bantuan benih akan kami salurkan terutama padi, petani meminta bantuan benih padi dan kami punya persediaannya,” ujar dia.

Namun, ia menegaskan sebelum bantuan benih diberikan, prioritas utama adalah pembersihan dan pengolahan ulang lahan yang tertimbun material banjir. “Tanpa itu, penanaman kembali tidak bisa dilakukan,” tegas Riadi.

Distanbun NTB juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Lombok Timur. Agar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BWS), memperbaiki tanggul Kali Tanggek yang jebol.

“Kalau tanggul tidak dibenahi segera, areal ini bisa terus terendam. Ini pekerjaan yang sangat mendesak,” ujar Riadi.

Baca Juga: Perkuat Predikat Kabupaten Penyangga Pangan, Lombok Tengah Panen Raya Padi 1.200 Hektare

Petani yang terdampak menyambut baik langkah pemerintah. Sembari berharap proses reklamasi dan perbaikan tanggul segera dimulai.

Nurdin, ketua Kelompok Tani Maju Karya II menyampaikan kekhawatiran petani akan datangnya musim hujan.

“Musim hujan sebentar lagi. Kami sangat khawatir banjir akan terulang. Kami mohon tanggul segera dibenahi. Kami ingin segera mengolah tanah kami lagi, tidak bisa berlama-lama menunggu,” jelasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#gagal panen #Padi #Banjir #NTB #Lombok Timur #lahan pertanian