Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

3 Hari Terbaring Tak Berdaya, Radiet Ardiansyah Rupanya Sempat Kirim Pesan Pada Adik Korban Pantai Nipah, Begini Isinya...

Fratama P. • Rabu, 24 September 2025 | 19:26 WIB
Rayuan Radiet Ardiansyah pada adik korban pantai nipah
Rayuan Radiet Ardiansyah pada adik korban pantai nipah

LombokPost - Kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya Puspa Nitra di Pantai Nipah, memasuki babak baru setelah polisi menetapkan Radiet Ardiansyah sebagai tersangka.

Penetapan Radiet Ardiansyah ini memunculkan narasi yang kontras antara keyakinan keluarga tersangka dan temuan polisi.

Awalnya, kecurigaan sudah muncul dari keluarga korban, yang merasa Radiet Ardiansyah tidak menunjukkan duka yang wajar.

Kecurigaan ini semakin dalam setelah kuasa hukum keluarga korban, I Gede Pasek Sandiartyke, menemukan pesan aneh dari Radiet Ardiansyah di Instagram yang dikirimkan kepada adik korban.

Menurut Pasek, pesan tersebut bukan berisi permintaan maaf, melainkan terkesan merayu.

"Tidak ada permintaan maaf. Tapi lebih kepada merayu, mengajak adik korban yang notabene cewek dan masih kelas 1 SMP nih, mau diajak nongkrong minum kopi,” ujar Pasek.

Versi Keluarga Tersangka: Radiet Ardiansyah Mengaku Tak Bersalah

Di sisi lain, keluarga Radiet Ardiansyah bersikeras bahwa ia tidak bersalah dan menolak memberikan komentar kepada media.

Mereka menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kuasa hukum.

Kakak misan Radiet Ardiansyah, Divya Bisyara Anindya, menirukan perkataan Radiet sebelum ditahan, yang meyakinkan bahwa ia tak pernah melakukan perbuatan itu.

“Kemarin sebelum (Radiet) dimasukin ke sel, saya sempat ketemu dia, peluk cium dia dan beri semangat. Dia sempat ngomong ke saya ‘apapun yang terjadi dan siapapun yang menyuruh aku akui perbuatan yang tidak pernah aku lakukan, aku rela mati, gapapa aku mati sahid iya’,” ungkap Divya.

Divya juga menjelaskan bahwa Radiet Ardiansyah dan Vina memiliki hubungan pertemanan yang dekat dan dikenal suka bersaing secara sehat dalam hal akademik.

Ia mengklaim tidak pernah ada pertengkaran yang serius di antara keduanya, sehingga dugaan Radiet Ardiansyah sebagai pelaku terasa tidak mungkin bagi keluarga.

Divya menegaskan bahwa keluarga akan menempuh jalur hukum untuk membuktikan ketidakbersalahan Radiet Ardiansyah.

Kejanggalan Temuan Polisi: Diduga Ada Motif Penolakan Hubungan Intim

Namun, temuan polisi mengungkap cerita yang justru berbeda.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Punguan Hutahaean menyampaikan bahwa Radiet Ardiansyah awalnya mengaku sebagai korban begal.

Akan tetapi, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengakuannya.

"Bila ada pelaku lain mengapa dia membiarkan satu saksi untuk hidup, jika dia (pelaku lain) ingin mencuri dibiarkan menempel di badan," kata Punguan.

Polisi juga menemukan adanya jarak 200 meter antara korban dan pelaku, serta adanya jalur berbeda yang dilewati tersangka untuk menyeret korban.

Karena tidak ada saksi lain, penyidik menggunakan pendekatan psikologi untuk menguak kasus ini.

Temuan paling krusial adalah hasil autopsi yang menunjukkan luka di bagian kemaluan korban.

Polisi menduga adanya upaya hubungan intim yang berujung pada penolakan, sehingga memicu tindakan kekerasan.

“Kami menganalogikan ada upaya melakukan hubungan intim, namun terjadi penolakan. Kami koordinasi hasil autopsi cenderung luka di kelamin tersebut menggunakan benda ukuran 1 sentimeter," pungkas Punguan.

Hingga kini, kasus ini masih dalam proses hukum yang berjalan.

Dua narasi yang berbeda, antara pengakuan tak bersalah dari tersangka Radiet Ardiansyah dan bukti-bukti yang ditemukan penyidik, akan menjadi poin utama dalam persidangan mendatang.***

Editor : Fratama P.
#Pantai Nipah #Radiet Ardiansyah