LombokPost – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan posisinya sebagai tuan rumah event besar olahraga dan pariwisata.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan provinsi NTB "lebih dari siap" untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 setelah sukses menggelar Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).
Penegasan ini disampaikan saat Gubernur menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Pendopo Gubernur, beberapa hari lalu yang bertujuan memantapkan persiapan PON 2028.
"Bahkan kami sudah pemanasan. Dengan penyelenggaraan FORNAS yang jumlah cabornya jauh lebih banyak dari PON. Itu pemanasan yang bagus buat kami road to PON 2028," jelas Gubernur Iqbal, menekankan pengalaman mengelola FORNAS menjadi modal berharga.
Keyakinan ini diamini oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Setelah meninjau langsung kesiapan di lapangan, Hadrian menyatakan dukungannya penuh.
"Secara umum kami di Komisi X sangat mendukung NTB sebagai tuan rumah PON 2028. Bahkan setelah teman-teman Komisi X hadir di NTB, keyakinan itu semakin bertambah," ujar Hadrian.
Ia bahkan menilai, dengan ketersediaan infrastruktur, pembukaan PON 2028 sangat mungkin digelar di NTB jika anggaran dari Kemenpora sudah ditetapkan.
Selain PON, pertemuan ini juga menyoroti komitmen Pemprov NTB terhadap MotoGP Mandalika.
Gubernur Iqbal menegaskan meskipun menghadapi keterbatasan fiskal, dukungan penuh tetap diberikan.
"Kami sudah sepakat dengan ITDC bahwa segera setelah kita selesai dengan penyelenggara MotoGP tahun ini (3-5 Oktober 2025), beberapa hari kemudian kita akan duduk bersama untuk membahas MotoGP tahun depan," kata Gubernur.
Komitmen ini tidak hanya untuk jangka pendek. Pemprov NTB bahkan akan menyesuaikan alokasi anggarannya untuk mendukung pelaksanaan MotoGP hingga tahun 2030.
Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah menjadikan MotoGP bukan hanya event musiman, tetapi bagian integral dari kehidupan masyarakat dan mesin ekonomi NTB.
Sementara itu, Komisi X DPR RI memastikan bahwa untuk gelaran tahun ini, biaya hosting fee MotoGP akan ditanggung oleh Kemenpora RI, sebuah langkah yang meringankan beban anggaran lokal dan menunjukkan dukungan pusat terhadap event kelas dunia di Pertamina Mandalika International Circuit.
Editor : Pujo Nugroho