Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RSUP NTB Raih Penghargaan PERSI Award 2025 Berkat Inovasi "Aksi Cepat" 4 Detik Selamatkan Nyawa

Hamdani Wathoni • Selasa, 30 September 2025 | 20:24 WIB
INOVATIF: Plt. Kabid Pelayanan Medis RSUP NTB dr. Adi Wira Perdhana, FISQua saat menerima piagam penghargaan dalam ajang Persi Award 2025.
INOVATIF: Plt. Kabid Pelayanan Medis RSUP NTB dr. Adi Wira Perdhana, FISQua saat menerima piagam penghargaan dalam ajang Persi Award 2025.

LombokPost – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan RSUP NTB di kancah nasional. Rumah sakit rujukan terbesar di Nusa Tenggara Barat ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Award 2025, ajang tahunan lomba inovasi tingkat nasional.

RSUP NTB menjadi pemenang kedua di kategori Healthcare Innovation – Teknologi Informasi (IT). Penghargaan ini diterima berkat aplikasi inovatif bernama “Aksi Cepat”, sebuah sistem digital aktivasi Code Blue super cepat yang mampu memangkas waktu penanganan darurat dari belasan menit menjadi hanya 4 detik.

“Ini adalah terobosan pertama di Indonesia. Aplikasi Aksi Cepat terbukti efektif mempercepat aktivasi Code Blue, sehingga nyawa pasien lebih banyak bisa diselamatkan,” jelas Plt. Kabid Pelayanan Medis RSUP NTB dr. Adi Wira Perdhana, FISQua kepada Lombok Post.

Dalam dunia medis, istilah Code Blue digunakan ketika terjadi keadaan darurat yang mengancam nyawa pasien maupun pengunjung rumah sakit. Kondisi itu bisa berupa henti jantung, henti napas, atau pasien tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Pada sistem konvensional, aktivasi Code Blue di rumah sakit dilakukan melalui telepon interkom. Staf harus menghubungi command center terlebih dahulu, sebelum pengumuman darurat disebarkan. Proses ini memakan waktu 5 hingga 17 menit, sementara setiap menit keterlambatan penanganan cardiac arrest bisa menurunkan peluang hidup pasien hingga 10 persen.

“Inilah alasan utama mengapa aplikasi Aksi Cepat kami lahir. Dengan waktu aktivasi hanya 4 detik, kesempatan pasien untuk selamat jauh lebih besar,” ungkap dr. Adi Wira.

Dikembangkan sejak 2022 dan mulai diuji coba pada 2023, aplikasi Aksi Cepat didesain praktis dan efisien. Cara kerjanya sederhana yakni staf rumah sakit yang sudah memiliki akses aplikasi cukup menekan tombol di ponsel.

Hanya hitungan detik, kemudian sistem akan mengirimkan notifikasi ke tim medis terdekat lengkap dengan akurasi lokasi kejadian mirip aplikasi transportasi online seperti Gojek. Dengan cara ini, tim medis bisa langsung menuju lokasi darurat tanpa harus menunggu instruksi berjenjang.

“Yang bisa menggunakan aplikasi ini hanya tenaga yang tersertifikasi, seperti dokter, perawat, sekuriti, maupun petugas admisi. Jadi keamanan sistem tetap terjamin,” jelasnya.

Keistimewaan lain dari inovasi RSUP NTB ini adalah aplikasi Aksi Cepat dibuat gratis. Meski begitu, teknologinya sudah menarik minat banyak rumah sakit besar di Indonesia untuk mengadopsi dan mengembangkannya.

“RSUP NTB adalah inisiatornya. Karena itu, kami yang berhak menerima penghargaan PERSI 2025 ini. Tapi lebih dari sekadar award, tujuan utama inovasi ini adalah keselamatan pasien,” tambah Adi.

MEMBANGGAKAN: Inilah piagam penghargaan yang didapatkan RSUD Provinsi NTB dalam ajang Persi Award 2025.
MEMBANGGAKAN: Inilah piagam penghargaan yang didapatkan RSUD Provinsi NTB dalam ajang Persi Award 2025.

Aplikasi Aksi Cepat kini sudah bisa diunduh di Android maupun iOS, namun penggunaannya tetap terbatas pada civitas RSUP NTB. Saat ini fungsinya khusus untuk darurat di dalam kawasan rumah sakit.

Ke depan, RSUP NTB berencana mengembangkan aplikasi ini agar bisa terintegrasi dengan sistem bantuan darurat Smart City. Jika terealisasi, maka bukan hanya pasien di rumah sakit, masyarakat NTB secara luas bisa mendapat manfaatnya.

Bagi dunia kesehatan, kecepatan penanganan adalah segalanya. Sebuah jurnal medis internasional mencatat, peluang hidup pasien yang mengalami henti jantung menurun 10 persen setiap menit jika resusitasi terlambat dilakukan.

Dengan aplikasi Aksi Cepat, RSUP NTB mampu memangkas waktu aktivasi Code Blue dari belasan menit menjadi hitungan detik. Hal ini berarti peluang keselamatan pasien meningkat drastis.

“Kalau sebelumnya butuh 5–17 menit untuk mengaktifkan Code Blue, sekarang cukup 4 detik. Bayangkan berapa banyak nyawa bisa terselamatkan dengan teknologi ini,” tegas Adi.

Penghargaan dari PERSI ini bukan hanya kebanggaan bagi RSUP NTB, tetapi juga menjadi bukti bahwa inovasi dari daerah bisa berbicara di level nasional.

“Ini momentum penting untuk membuktikan bahwa NTB mampu melahirkan terobosan besar bagi dunia kesehatan Indonesia. Kami harap, inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain,” pungkas Adi.

Dengan keberhasilan ini, RSUP NTB menegaskan komitmennya pada patient safety dan inovasi berkelanjutan. Seperti motto yang diusung 'Aksi Cepat, 4 Detik Selamatkan Nyawa.' 

Sementara Direktur Utama RSUD Provinsi NTB dr.HL Herman Mahaputra mengapresiasi sekaligus bersyukur atas penghargaan yang diterima dalam ajang Persi Award 2025. Dia menegaskan, apapun inovasi yang dilakukan oleh RSUD Provinsi NTB muaranya adalah pemberian layanan yang terus lebih kepada masyarakat.

"Jangan pernah puas, makanya sata terus mendorong jajaran pegawai maupun manajamen untuk berinovasi dalam memberikan kemudahan - kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kesehatan di RSUD Provinsi NTB," pungkasnya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Indonesia #RSUD NTB #persi #persi award #NTB