Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rembuk Merah Putih jadi Wadah Edukasi Pemuda Lawan Terorisme

Yuyun Kutari • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:36 WIB
TANGKAL RADIKALISME: Pihak BNPT, Bakesbangpoldagri NTB dan peserta diskusi berfoto bersama, di acara Rembuk Merah Putih bertajuk Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air, Rabu (1/10).
TANGKAL RADIKALISME: Pihak BNPT, Bakesbangpoldagri NTB dan peserta diskusi berfoto bersama, di acara Rembuk Merah Putih bertajuk Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air, Rabu (1/10).

LombokPost - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB menggelar kegiatan Rembuk Merah Putih bertajuk Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air, di Mataram, Rabu (1/10).

Kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda, dalam upaya memperkuat ketahanan bangsa dari ancaman radikalisme dan terorisme yang kian mengintai, terutama di kalangan pemuda.

Ketua FKPT NTB sekaligus Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Ruslan Abdul Gani, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang silaturahmi dan dialog kebangsaan.

“Rembuk Merah Putih ini adalah ruang dialog, silaturahmi, sekaligus ikhtiar kita dalam merawat nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.

Sejarah telah menunjukkan peran vital pemuda dalam perjalanan bangsa, mulai dari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, hingga perjuangan kemerdekaan.

“Mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan cinta tanah air bukan sekadar kebutuhan, tetapi sebuah keharusan,” tambahnya.

Saat ini, kemajuan teknologi membawa peluang besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kreativitas. Namun, ada tantangan yang dihadapi generasi muda dan itu semakin kompleks.

Ruang digital menjadi ladang subur bagi penyebaran paham intoleran, radikalisme, dan terorisme. Untuk itu, FKPT NTB menghadirkan Rembuk Merah Putih sebagai forum edukatif yang bertujuan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Membekali generasi muda dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.Membangun daya kritis dan kecerdasan dalam menghadapi arus informasi.

“Menguatkan sinergi antar elemen masyarakat dalam mencegah paham radikal dan terorisme,” jelas mantan kepala Biro Hukum Setda NTB tersebut.

Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah, dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat imunitas bangsa terhadap ancaman paham radikal dan terorisme melalui pendekatan yang inklusif dan edukatif, terutama kepada pemuda sebagai agen perubahan bangsa.

Ruslan juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada generasi muda NTB, dimulai dari perkuat literasi digital agar ruang maya tidak dikuasai oleh ujaran kebencian dan hoaks.

Kembangkan semangat kebhinekaan sebagai nafas dalam setiap aktivitas kebangsaan.Kobarkan nasionalisme melalui aksi nyata yang berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Jadilah agen perdamaian yang menyebarkan semangat toleransi dan menjadi perekat persatuan,” kata dia.

Di akhir sambutan, Ruslan menyampaikan keyakinannya terhadap potensi pemuda NTB yang cerdas, kritis, kreatif, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

“Kita akan mampu menjadikan daerah ini sebagai contoh peran aktif generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah, NTB Makmur dan Mendunia,” tandasnya.

Subkoordinator Penelitian dan Evaluasi Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Teuku Fauzansyah menjelaskan kegiatan Rembuk Merah Putih juga memiliki misi penting dalam membentuk karakter generasi muda, agar menjadi pribadi yang penuh kasih sayang, toleransi, dan cinta damai.

Menurutnya, konsep ini berfokus pada proses pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, alam, dan diri sendiri.

Nilai-nilai tersebut diyakini sebagai pondasi utama dalam menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karakter yang berakar pada kasih sayang dan toleransi adalah benteng paling efektif dalam mencegah tumbuhnya bibit-bibit radikalisme di tengah masyarakat,” tegas Fauzansyah.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) #pancasila #terorisme #Radikalisme #merah putih