Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sirkuit Mandalika Raih Homologasi Grade A , FIM Beri Lampu Hijau, MotoGP Digelar Hari Ini

Lestari Dewi • Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:44 WIB

 

RESMI DIGELAR: Sirkuit Mandalika secara resmi memperoleh homologasi grade A dari FIM usai inspeksi lintasan, Kamis (2/10). (dok. MGPA)
RESMI DIGELAR: Sirkuit Mandalika secara resmi memperoleh homologasi grade A dari FIM usai inspeksi lintasan, Kamis (2/10). (dok. MGPA)

LombokPost-Sirkuit Internasional Mandalika telah siap menggelar MotoGP. Kepastian ini didapat setelah sirkuit kebanggan Indonesia  ini meraih homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

“Artinya, Sirkuit Mandalika memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan untuk menyelenggarakan MotoGP,” kata Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, Kamis (2/10).

Dijelaskan, homologasi grade A dikeluarkan setelah inspeksi menyeluruh dilakukan, kemarin. Tim inspeksi FIM dipimpin oleh Tomé Alfonso, Safety Officer MotoGP, dengan dukungan penuh dari Paul King selaku Ketua FIM CCR Circuits Homologation Committee, serta para perwakilan resmi dari Dorna, Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan MGPA.

“Dengan mendapat homologasi grade A dari FIM, besok (hari ini, red) ajang MotoGP siap digelar secara resmi,” ucapnya pada wartawan di Sirkuit Internasional Mandalika.

Andhi sapaan akarabnya mengatakan, inspeksi tersebut mencakup berbagai aspek penting.

Lisensi grade A sebuah kategori tertinggi yang memungkinkan penyelenggaraan MotoGP, WorldSBK, dan ajang balap kelas dunia lainnya.

Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar persyaratan administratif.

Homologasi Grade A menegaskan bahwa Mandalika sudah setara dengan sirkuit-sirkuit ikonik dunia seperti Mugello, Silverstone, Assen, hingga Sepang.

Artinya, hal ini akan berdampak langsung pada, keamanan pembalap berupa penerapan standar keselamatan tertinggi, mulai dari gravel bed, barrier udara, hingga pencahayaan dan sistem informasi digital.

Kemudian, kepercayaan global di mana pengakuan FIM semakin menguatkan posisi Mandalika sebagai pusat motorsport dunia di Asia Tenggara.

“Dampak ekonomi yang diproyeksikan menarik ratusan ribu penonton domestik dan internasional serta meningkatkan kontribusi pariwisata NTB dan Indonesia secara umum,” terangnya.

Dengan hasil ini, fokus kini beralih ke persiapan final menjelang MotoGP Mandalika 2025.

Beberapa pekerjaan minor yang direkomendasikan FIM, seperti pembersihan pit line dan penyesuaian marking lintasan, akan segera diselesaikan sebelum race weekend.

Ajang ini diprediksi akan menjadi salah satu event olahraga terbesar di Asia Tenggara pada 2025.

Selain menampilkan para pembalap MotoGP kelas dunia, event ini juga akan menyajikan Moto2, Moto3, dan Asia Talent Cup, memberikan kesempatan bagi bakat-bakat muda Asia untuk tampil di panggung global.

Simulasi Flag dan Pelatihan Marshall

Selain itu, berbagai persiapan teknis terus dilakukan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah simulasi yang melibatkan para flag marshal, atau petugas pengibar bendera, yang memegang peran krusial dalam kelancaran dan keselamatan jalannya balapan.

Flag marshall merupakan garda terdepan dalam memastikan balapan berjalan aman.

Mereka bertugas memberikan sinyal kepada pembalap menggunakan bendera dengan berbagai warna yang masing-masing memiliki arti tertentu.

Bendera kuning menandakan ada insiden di lintasan, bendera merah berarti balapan dihentikan, bendera hijau memberi tanda lintasan aman.

Sementara bendera biru memberi peringatan kepada pembalap bahwa ada rider lain yang akan menyalip.

Dengan kecepatan kuda besi MotoGP yang bisa menembus lebih dari 350 km per jam, kecepatan respons dan ketepatan informasi dari para marshal sangat menentukan.

Kesalahan kecil dalam mengibarkan bendera bisa berakibat fatal, baik bagi pembalap maupun kelancaran jalannya lomba.

Simulasi flag marshal digelar di sepanjang lintasan Sirkuit Mandalika, setelah para marshal menjalani pelatihan intensif selama beberapa pekan terakhir.

Mereka ditempatkan di berbagai titik strategis sirkuit, terutama di area tikungan yang berpotensi rawan insiden seperti tikungan 10, 11, dan 16.

Tim medis dan petugas evakuasi juga dilibatkan dalam latihan ini untuk memastikan koordinasi berjalan lancar.

Sehingga, simulasi ini tidak hanya menguji ketangkasan marshall, tetapi juga sinergi lintas bagian dalam mengamankan jalannya balapan.

Selain simulasi flag marshal, berbagai uji coba teknis lain juga tengah dilakukan di Mandalika, mulai dari pemeriksaan sistem komunikasi lintasan, kesiapan marshal start/finish, hingga koordinasi dengan Race Control.

Semua ini dilakukan untuk memastikan balapan berlangsung mulus tanpa hambatan.

Track, Race, Electronic, and Motorsport Manager MGPA Muhammad Awallutfi Andhika Putra mengatakan, sekitar 380 marshall yang terlibat berasal dari NTB.

“Pelatihan kepada mereka tidak hanya mengajarkan teknik penanganan insiden, tetapi juga menanamkan kekompakan tim dan profesionalisme,” tambah Dhika sapaan akrabnya.

Protokol Keselamatan 

MGPA juga memastikan bahwa seluruh protokol keselamatan dan medis telah disiapkan dengan maksimal.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menegaskan bahwa semua elemen pendukung balapan, khususnya dari sisi medis, kini dalam kondisi siap tempur.

“Besok (hari ini) menjadi sesi pertama MotoGP yang dimulai dengan latihan dan kualifikasi,” kata dia.

Puncak dari kesiapan ini ditandai dengan kedatangan dua helikopter medis milik Badan SAR Nasional (Basarnas), yang akan menjadi bagian vital dari sistem evakuasi darurat selama gelaran balap berlangsung.

Kedua helikopter ini menempuh perjalanan yang cukup panjang sebelum akhirnya mendarat di Mandalika.

“Satu heli berangkat dari Jakarta menuju Surabaya, lalu ke Lombok. Sementara satu lagi dari Bogor, lanjut ke Semarang, dan akhirnya sampai ke Lombok. Jadi memang perlu waktu untuk tiba di sini,” tambahnya.

Kedua helikopter tersebut mendarat dengan kondisi standar. Kehadiran dua helikopter ini bukan sekadar pelengkap, namun merupakan prasyarat mutlak agar balapan bisa dimulai.

“Kalau besok pukul 06.30 Wita belum ada dua helikopter standby di lokasi, serta jumlah ambulans dan personel medis belum memenuhi standar, maka balapan tidak akan diizinkan untuk start,” tegas Priandhi.

Lebih lanjut, Andhi menjelaskan bahwa dari sisi darat, telah disiagakan 22 unit ambulans yang tersebar di berbagai titik strategis di dalam dan sekitar sirkuit.

Ambulans ini terdiri dari berbagai jenis, mulai dari ambulans darurat berstandar ICU, hingga ambulans transportasi cepat.

Tak hanya itu, lebih dari 140 tenaga medis profesional telah dikerahkan untuk bertugas selama gelaran MotoGP.

Tim ini dikomandoi langsung oleh Chief Medical Officer (CMO) dr Eko Wdya Nugraha, yang sudah memiliki pengalaman panjang dalam menangani event balap berskala internasional.

Mereka bekerja sama dengan dokter-dokter dari FIM dan Dorna, yang hari ini telah melakukan inspeksi lapangan terhadap seluruh fasilitas dan peralatan medis yang tersedia.

Hasilnya, semua sistem dinyatakan dalam kondisi siap operasional untuk mendukung jalannya balapan secara aman.

Editor : Kimda Farida
#MotoGP Mandalika #MGPA #Homologasi #FIM