Semua peralatan dan personel Satgas Drone Mabes Polri dinyatakan siaga penuh menghadapi ancaman udara.
Pos khusus di Bukit Jokowi disiapkan untuk mendukung jalannya pengamanan MotoGP 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam tinjauannya, Komjen Fadil memastikan seluruh peralatan dan personel Satgas Drone Mabes Polri siap siaga mengantisipasi potensi ancaman dari drone liar yang dapat mengganggu jalannya balapan internasional tersebut.
“Pengamanan jalannya MotoGP Mandalika tidak hanya di darat dan udara dengan patroli biasa, tetapi juga dengan sistem pertahanan udara ringan yang bisa melumpuhkan drone liar. Hal ini penting demi keamanan pembalap, ofisial, maupun penonton,” jelas Komjen Fadil Imran.
Ia menambahkan, kehadiran teknologi anti-drone yang dioperasikan personel khusus menjadi langkah preventif untuk menjaga kelancaran dan keselamatan event kelas dunia ini.
Baca Juga: Keamanan MotoGP 2025 Dijaga Ketat, Gegana Sterilisasi Sirkuit Mandalika
Di pos pantau, para personel memeragakan cara kerja alat pelumpuh drone yang mampu mendeteksi sekaligus menonaktifkan drone tak berizin dalam hitungan detik. Aksi itu mendapat apresiasi langsung dari Astamaops Kapolri.
“Alat dan personel sudah terlatih dengan baik. Kami pastikan keamanan ajang MotoGP Mandalika 2025 menjadi prioritas utama, sehingga masyarakat dan wisatawan bisa menikmati balapan dengan tenang,” tegasnya.
Pos pantau Bukit Jokowi memiliki posisi strategis karena berada di titik ketinggian dengan pandangan luas ke arah sirkuit dan area sekitarnya. Dengan sistem itu, aparat dapat memantau pergerakan drone secara real-time sekaligus melakukan tindakan cepat bila ada potensi gangguan. (*)
Editor : Marthadi