LombokPost - Pemprov NTB tengah mempersiapkan peluncuran program Desa Berdaya, yang salah satu komponen utamanya adalah kehadiran pendamping desa.
Pendamping ini akan menjadi ujung tombak dalam menggali potensi desa dan menjembatani intervensi program pemerintah secara langsung ke masyarakat desa. Hal itu disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah NTB, Lalu Mohammad Faozal.
Ia menekankan, pendamping akan memainkan peran penting dalam mendampingi proses perencanaan, pemetaan potensi, dan identifikasi persoalan desa. “Pendamping Desa Berdaya memiliki tugas yang sangat serius,” tegasnya, Selasa (7/10).
Ia akan melakukan pemetaan potensi desa, menyusun perencanaan bersama masyarakat, dan mengidentifikasi ruang-ruang yang bisa diintervensi oleh pemerintah. “Kehadiran mereka akan membuat proses intervensi lebih terarah dan efektif,” ujar Faozal.
Menurutnya, selama ini pemerintah hanya bisa melihat kondisi desa dari kejauhan. Tidak ada jembatan langsung untuk memahami persoalan mendalam yang dihadapi masyarakat desa.
Pendamping inilah yang akan menjadi telinga dan mata pemerintah daerah di lapangan. “Kita tidak punya bridging selama ini. Pendamping inilah yang akan menjadi jembatan. Mereka akan tahu secara langsung apa sebenarnya problem di desa, mengapa kemiskinan terjadi, dan bagaimana potensi desa bisa dioptimalkan,” jelas pria yang juga Asisten II Setda NTB tersebut.
Terkait perekrutan, pendamping bisa berasal dari desa setempat atau dari luar desa, asalkan memiliki pemahaman dan keahlian dalam pemberdayaan desa.
“Pendamping itu bisa perorangan dari desa tersebut, atau pihak luar yang punya pengalaman. Yang penting dia paham betul kondisi desa yang didampingi,” katanya.
Program Desa Berdaya ini dimulai, dengan terlebih dulu menyasar 106 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem di NTB.
Saat ini, desain akhir program dan skema pendampingan sedang difinalisasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
“Mudah-mudahan dengan ini, program Desa Berdaya bisa menjangkau persoalan apa yang dihadapi desa, dan menghadirkan solusi yang berbasis potensi lokal di sana,” tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji