Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desa Berdaya dan Koperasi Merah Putih Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa

Yuyun Kutari • Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:03 WIB
Ahmad Masyhuri
Ahmad Masyhuri

LombokPost - Program Desa Berdaya yang sedang dirancang Pemprov NTB, menjadi langkah strategis dalam menanggulangi kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, dan membangun ekonomi desa berbasis potensi lokal dan pariwisata.

Namun, keberhasilan program ini tidak bisa dicapai secara parsial atau bekerja sendiri-sendiri. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri, Rabu (15/10).

Menurutnya, konsep Desa Berdaya adalah pendekatan kerja kolektif atau keroyokan dalam membangun desa. “Desa berdaya itu konsepnya keroyokan. Bukan satu-satu, enggak. Jadi jangan anggap jalan sendiri. Kita butuh kolaborasi,” tegasnya.

Ia pun menepis kekhawatiran sebagian pihak soal kemungkinan tumpang tindih program antara Desa Berdaya, Koperasi Merah Putih, dan inisiatif lainnya seperti Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas KKP RI.

“Koperasi Merah Putih ini akan bergerak di desa berdaya. Jadi jangan didikotomikan, jangan dilihat sebagai program yang tumpang tindih. Enggak sama sekali. Justru semuanya saling menguatkan,” ujar pria yang juga Plt kepala Disnakeswan NTB tersebut.

Masyhuri menekankan pembangunan desa yang ideal tidak bisa mengandalkan satu pihak saja. Meski narasi Desa Berdaya menekankan pada penguatan potensi lokal, namun potensi tersebut hanya bisa berkembang maksimal jika dibarengi kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan.

“Walaupun bunyinya itu kan mengandalkan potensi di desa. Tapi potensi akan bisa maksimal kalau ada kolaborasi dengan yang lain. Tidak bisa dilepas begitu saja,” jelasnya.

Di dalam struktur Koperasi Merah Putih sendiri, nantinya akan melibatkan sebanyak mungkin elemen masyarakat. UMKM lokal akan menjadi bagian penting, tidak hanya sebagai anggota, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi desa. Tak hanya itu, koperasi juga terbuka terhadap pihak luar yang memiliki visi yang sejalan untuk mendukung pemberdayaan desa.

“Mungkin di dalam koperasi Desa Merah Putih ada pelaku-pelaku UMKM, kita gaet semuanya. Mungkin ada orang yang membantu koperasinya, kita ajak dia. Mungkin nanti ada mitra-mitra yang strategis ingin bergabung, kita ajak. Gitu modelnya dia,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemprov NTB tengah mempersiapkan tiga desa sebagai percontohan pelaksanaan program strategis nasional Koperasi Merah Putih. Desa pertama yang dipilih adalah Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Koperasi di desa ini telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan BUMN dalam berbagai bidang, mulai dari pengadaan pupuk dan gas, transaksi perbankan melalui agen, hingga pengelolaan bisnis mebel dan peternakan ayam.

Selanjutnya, Desa Bilelando di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, menjadi desa kedua yang dijadikan percontohan. Karena letaknya yang berada di wilayah pesisir, koperasi setempat mengembangkan usaha perikanan tangkap dan budidaya, memanfaatkan potensi laut yang melimpah.

Ketiga, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Terletak di kaki Gunung Rinjani, koperasi di desa ini fokus mengembangkan usaha pertanian, pengelolaan gudang, gerai sembako, serta klinik kesehatan untuk mendukung kebutuhan masyarakat setempat. 

Editor : Jelo Sangaji
#UMKM #desa #potensi desa #desa berdaya #KOPERASI MERAH PUTIH #Pemprov NTB