LombokPost – Kongres Nasional (KONAS) ke-20 Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL) yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 28 Oktober hingga 1 November 2025.
Ini menjadi sorotan utama dalam dunia kesehatan.
Mengusung tema “Strengthening Organization and Technological Innovation for Transformation of Indonesian ORL-HNS”, acara ini berhasil menarik lebih dari 1.240 peserta yang terdiri dari dokter spesialis THT-KL, dokter umum, dan residen dari seluruh penjuru Indonesia.
Ketua Panitia KONAS XX PERHATI-KL 2025, Prof. Dr. dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL(K), M.Kes, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan menjadi tuan rumah.
"Ini adalah kehormatan bagi kami," ujar Prof. Hamsu.
Ia berharap kongres ini menjadi motivasi baru dalam menghadapi tantangan di masa depan melalui penguatan organisasi dan inovasi teknologi.
Ketua Umum PP PERHATI-KL, Dr. dr. Yussy Afriani Dewi, M.Kes, Sp.T.H.T.B.K.L.Subsp.Onk.(K), FICS, menambahkan bahwa KONAS bukan sekadar forum ilmiah, melainkan "ruang silaturahmi, ruang evaluasi, dan juga ruang musyawarah" untuk menentukan arah baru organisasi, terutama menjelang pemilihan kepemimpinan baru untuk periode 2025-2028.
Ia menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan kedewasaan dalam proses pemilihan, serta komitmen pada digitalisasi dan inovasi.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menegaskan fokus Kementerian Kesehatan pada layanan promotif dan preventif.
Puskesmas Diperkuat: Menkes memastikan seluruh Puskesmas akan dilengkapi dengan otoskop dalam tiga tahun ke depan.
Target Newborn Screening: Kemenkes juga sedang mengkaji penggunaan alat skrining pendengaran OAE untuk bayi baru lahir, dan mendorong PERHATI-KL untuk mencari alternatif implan koklear yang lebih terjangkau dari negara-negara seperti India atau China agar program newborn screening dapat dilakukan secara masif.
RS Hasan Sadikin Jadi Pengampu: RS Hasan Sadikin ditunjuk sebagai pusat pengampu nasional untuk penyakit THT-KL, mengkoordinasikan layanan mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit Madya dan Utama.
Pengadaan Alat: Kemenkes merencanakan melengkapi 514 Rumah Sakit Kabupaten/Kota dengan ENT Set (Ear, Nose, Throat unit) dan juga timpanoplasty set, memanfaatkan anggaran efisiensi pengadaan alat kesehatan lainnya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mengapresiasi KONAS sebagai komitmen kolaborasi penguatan pendidikan kedokteran, selaras dengan visi Indonesia Sehat 2045 dan implementasi Sistem Kesehatan Akademik (SKA).
Percepatan Dokter Spesialis: SKA bertujuan mempercepat pemenuhan dan distribusi dokter spesialis. UNRAM di NTB diharapkan dapat menjadi pengusul pembukaan empat program studi dokter spesialis, termasuk THT-KL, untuk mewujudkan kemandirian daerah.
Inovasi Riset: Mendiktisaintek juga mendorong penguatan ekosistem inovasi, sains, dan teknologi, termasuk pengembangan kecerdasan buatan di bidang THT-KL.
Sebelum acara utama, telah dilaksanakan sembilan workshop dari sembilan Kelompok Studi Ilmu (KODI) PERHATI-KL, serta bakti sosial berupa screening kesehatan telinga dan pendengaran bekerja sama dengan Komnas PBPKT, PLN, dan BPSA.
Rangkaian kegiatan ilmiah selama tiga hari diisi oleh 145 pakar, pembicara, dan instruktur, termasuk dari luar negeri, serta presentasi dari 169 abstrak ilmiah karya residen.
Kongres ini menjadi momentum penting bagi PERHATI-KL untuk melangkah maju, memperkuat persatuan, dan berinovasi demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan THT-KL di seluruh Indonesia.
Asisten 1 Setda Provinsi NTB Drs Fathurrahman, M.Si mengatakan Provinsi NTB menyambut baik dijadikan tuan rumah kongres ini.
Peserta bisa menikmati keunggulan yang dimiliki daerah ini dari sisi pariwisatanya.
"Kami berharap NTB membawa kesan bagi peserta yang datang kemari," kata dia.
Editor : Pujo Nugroho