Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perkembangan Pembangunan Tiga Gedung Baru RS HL Manambai Abdulkadir di Angka 20 Persen

Yuyun Kutari • Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:51 WIB
Ditemani Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot (tiga dari kanan), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah), meninjau langsung kondisi RS HL Manambai Abdulkadir, Rabu (29/10).
Ditemani Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot (tiga dari kanan), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah), meninjau langsung kondisi RS HL Manambai Abdulkadir, Rabu (29/10).

LombokPost - Pemprov NTB berencana meningkatkan status RS HL Manambai Abdulkadir dari Tipe C menjadi Tipe B. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, telah melakukan kunjungan langsung ke RS tersebut. 

Ini untuk memastikan, pembangunan tiga proyek fisik sebagai sarana dan prasarana pendukung operasional RS HL Manambai Abdulkadir, ketika nantinya menjadi RS Tipe B. “Kami mendampingi pak gubernur dalam pemantauan langsung di RS,” terang Ahmad Ashrussani Syahrullah selaku PPK, Kamis (30/10).

Adapun tiga gedung fisik yang dibangun tahun ini, mengacu data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) NTB mencakup Gedung Apotek Rawat Inap senilai Rp 480 juta.

Gedung Peratawan TB dan Paru senilai Rp 5,4 miliar, dan pembangunan Gedung Pediatric Center senilai Rp 662 juta. Anggarannya bersumber dari DPA APBD DBHCHT Tahun 2025.

Selama kunjungan kerja, Gubernur Iqbal memberikan atensi serius terhadap progress pembangunan tiga gedung tersebut, bahkan meminta kepada PPK dan pihak RS untuk dilakukan percepatan agar seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan segera dari jadwal kontrak, yakni per tanggal 31 Desember 2025.

Ahmad mengakui secara rata-rata, hingga saat ini progres pembangunan fisik tiga gedung tersebut masih di sekitar 20 persen. “Karena pekerjaan ini mulai berjalan sejak 4 Oktober lalu,” ujarnya.

Dirinya memastikan, perkembangan yang terjadi sekarang ini masih sesuai jadwal. Sehingga tidak perlu khawatir. Dalam membangun proyek fisik, jadwal pengerjaan sudah ditentukan, misalnya di minggu tertentu untuk fondasi, kemudian di minggu berikutnya mulai membangun tembok.

“Seperti itu prosesnya. Namun setelah evaluasi kemarin, justru hasilnya positif, tidak ada kekurangan sama sekali. Hanya saja Pak Gubernur meminta agar proses dipercepat,” kata dia.

Saran dari Gubernur Iqbal tetap menjadi atensi. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan untuk menindaklanjuti hasil kunjungan kepala daerah.

Pertemuan tersebut akan membahas metode kerja agar lebih efisien, serta jumlah tenaga yang dibutuhkan. Sedangkan untuk bahan-bahan, semuanya sudah tersedia di lokasi.

“Nanti mungkin akan menggunakan sistem kerja dua shift, pagi dan malam, supaya bisa lebih cepat,” terang Ahmad.

Sementara itu, untuk penambahan jumlah pekerja, dirinya menegaskan hal itu akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan di lapangan. Tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.

“Kami tidak ingin terburu-buru menambah tukang kalau pekerjaan belum sampai sesuai tahapan, maksudnya seperti itu. Semuanya sangat situasional tergantung kondisi,” bebernya.

Penambahan jumlah pekerja tidak bisa dilakukan sembarangan, apabila tahapan pekerjaan belum mencapai fase yang membutuhkan tambahan tenaga. “Jangan sampai ada tukang yang menganggur,” katanya.

Seluruh bahan material saat ini sudah tersedia di lokasi proyek. Pihaknya mengantisipasi hambatan utama yakni kondisi cuaca di Sumbawa yang telah memasuki musim penghujan.

Meski kontrak pekerjaan masih menyisakan waktu sekitar 60 hari hingga akhir Desember, pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan fisik diharapkan bisa rampung paling lambat 15 Desember 2025, atau dua minggu sebelum masa kontrak berakhir.

“Target kami, 15 Desember sudah selesai semua. Setelah itu tinggal tahap pembersihan dan penyelesaian akhir,” tandasnya.

Sementara itu, juga memastikan pengawasan akan diperketat sesuai arahan Gubernur. “Permintaan Pak Gubernur jelas, kita harus lebih ketat dalam pengawasan dan mempercepat pekerjaan. Tim pengawas dan rekanan juga sudah kami minta untuk mempercepat,” pungkasnya.

Direktur RS HL Manambai Abdulkadir dr Made Sopan Pradnya Nirartha menegaskan pihaknya terus memastikan terkait pengawasan dan berdiskusi dengan PPK serta rekanan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. “Kami tindaklanjuti arahan bapak Gubernur, supaya target pembangunannya rampung di akhir tahun ini,” jelasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#RS HL Manambai Abdulkadir #LPSE #Proyek Fisik #Sumbawa #NTB #Lalu Muhamad Iqbal #Pemprov NTB