Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wagub Umi Dinda: Tekan Kekerasan pada Perempaun dan Anak

Halil E.D.C • Sabtu, 1 November 2025 | 10:42 WIB
KUNKER: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan fisik dan sekual pada anak di Sumbawa.
KUNKER: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan fisik dan sekual pada anak di Sumbawa.

LombokPost - Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sekaligus mendorong pendewasaan usia perkawinan.

“Pelaku kekerasan terhadap anak kerap berasal dari lingkungan terdekat. Karena itu, para guru harus lebih peka terhadap perubahan perilaku peserta didik serta menyediakan ruang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk bercerita,” kata Umi Dinda saat menjadi narasumber pada kegiatan Pencegahan Kekerasan Fisik dan Seksual pada Anak serta Pendewasaan Usia Perkawinan di SMAN 1 Taliwang.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Umi Dinda menekankan pendidikan, terkait seksualitas dan perlindungan anak perlu disampaikan secara terbuka dan edukatif. Baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Umi Dinda juga menegaskan pentingnya kematangan usia dan kesiapan psikologis sebelum memasuki jenjang pernikahan. Pendewasaan usia perkawinan tidak hanya menyangkut aspek biologis, tetapi kesiapan mental dan tanggung jawab sosial sebagai calon suami atau istri.

“Tidak hanya berkaitan dengan alat reproduksi, tapi juga kesiapan mental dan fisik menjadi seorang istri dan ibu dibutuhkan,” jelasnya.

Wagub Umi Dinda mengajak seluruh keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, Bahagia, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak.

“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan ikhtiar bersama untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mari kita mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga,” pungkasnya. (lil)

 

Editor : Haliludin