Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Teluk Saleh Siap Jadi Surga Konservasi Hiu Paus Berbasis Biota Pertama di Indonesia

M Islamuddin • Senin, 3 November 2025 | 09:40 WIB

Seorang wisatawan berenang di kawasan wisata Hiu paus Teluk Saleh, Sumbawa, belum lama ini. (Dok The Langka Travel)
Seorang wisatawan berenang di kawasan wisata Hiu paus Teluk Saleh, Sumbawa, belum lama ini. (Dok The Langka Travel)

LombokPost-Pemprov NTB sedang mengusulkan Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa menjadi kawasan konservasi berbasis biota pertama di Indonesia.

Langkah ini untuk melindungi Hiu Paus, hewan laut langka yang menjadikan perairan itu sebagai habitat dan jalur migrasinya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB Muslim mengatakan, Pemprov kini sedang menyiapkan dokumen pendukung untuk diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Kita berharap pengajuannya bisa tuntas dan ditetapkan oleh kementerian pada akhir tahun ini,” katanya dihubungi, Minggu (2/11).

Baca Juga: Pengelolaan Wisata Hiu Paus Teluk Saleh Makin Tertata, Dislutkan NTB Perkuat Kapasitas Operator 

Muslim menjelaskan, penetapan kawasan konservasi berbasis biota di Teluk Saleh penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Terutama populasi Hiu Paus yang kerap muncul di kawasan tersebut.

“Dari hasil monitoring, terdapat sekitar 130 ekor Hiu Paus yang hidup di Teluk Saleh. Ini hewan langka, dan keberadaannya harus dijaga,” tegasnya.

Langkah konservasi ini sekaligus membuka peluang pengembangan wisata bahari berkelanjutan. “Jika kawasan konservasi ini ditetapkan, Teluk Saleh bisa menjadi destinasi wisata edukatif yang menguntungkan masyarakat,” jelas Muslim.

Baca Juga: Pemprov NTB Libatkan Masyarakat dalam Rencana Konservasi Hiu Paus

Saat ini, Dislutkan NTB juga aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat dan pelaku wisata di sekitar Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano. Hal ini untuk memastikan kesiapan warga ketika kawasan konservasi resmi ditetapkan.

Selain itu, Pemprov NTB sedang menyiapkan mekanisme pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar keberlanjutan ekonomi masyarakat tetap terjaga. “Aspek konservasi tetap prioritas, tapi kita juga dorong agar ekonomi masyarakat pesisir ikut tumbuh,” ujarnya.

Diketahui, BLUD Wisata Hiu Paus di Teluk Saleh telah mencatat pendapatan sekitar Rp 500 juta per tahun. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk kegiatan konservasi dan pemberdayaan warga sekitar.

Baca Juga: Dorong Teluk Saleh Jadi Destinasi Kelas Dunia, Pemprov NTB Petakan Zonasi Perairan Teluk Saleh dan Siapkan Perlindungan Jangka Panjang untuk Hiu Paus

Muslim menambahkan, saat ini terdapat tiga BLUD kelautan di NTB, yakni BLUD Kawasan Lombok, BLUD Kawasan Sumbawa–Sumbawa Barat, dan BLUD Kawasan Bima–Dompu.

Ketiganya menyumbang pendapatan hingga Rp 1 miliar per tahun bagi daerah. “Kita akan terus dorong agar semua kawasan ini berkembang. Tentu butuh dukungan dari berbagai pihak,” tandasnya.

Editor : Jelo Sangaji
#Teluk Saleh #Wisata Hiu Paus #Sumbawa #dislutkan ntb #NTB #Konservasi Laut