LombokPost – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung pangan nasional yang tak main-main.
Di saat banyak daerah mengkhawatirkan defisit, Perum Bulog NTB justru tengah melakukan mobilisasi nasional (movenas) besar-besaran, mengirimkan puluhan ribu ton beras dan jagung ke sejumlah provinsi yang kekurangan pasokan.
Langkah strategis ini dilakukan atas instruksi pusat untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah-wilayah tujuan, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar menjelaskan bahwa movenas ini dapat dilakukan karena NTB memiliki cadangan beras dan jagung berlebih.
Jumlah ini masih berpotensi bertambah mengingat kebutuhan bantuan pangan di wilayah tersebut terus berjalan.
“Movenas sedang berproses dan kuantitas yang dikirim cukup besar. Terkini, pengiriman beras ke Bali mencapai 4.500 ton,” ungkap Regar.
Total 40.000 Ton Lebih Digeser Lintas Pulau
Secara total, Bulog NTB telah mengirimkan komoditas dalam jumlah fantastis sepanjang tahun 2025:
Beras: Sebanyak 19.400 ton beras telah dipindahkan ke Kanwil NTT. Pengiriman ke Bali mencapai 4.500 ton dan masih berlanjut.
Jagung: Sebanyak 20.200 ton jagung disalurkan ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Penyaluran jagung ini vital untuk pemenuhan kebutuhan pakan dan industri di Pulau Jawa.
Angka-angka ini menjadikan total komoditas yang digeser oleh Bulog NTB sudah menembus angka 44.100 ton dan terus bertambah.
Stok NTB Dijamin Aman Enam Bulan ke Depan
Mara Kamin Siregar menjamin mobilisasi komoditas pangan besar-besaran ini tidak mempengaruhi stok NTB. Ketersediaan beras di NTB bahkan ditegaskan masih aman untuk enam bulan ke depan.
Regar juga memastikan proses pergeseran stok diperlukan untuk menjaga kualitas beras.
Tujuannya agar beras hasil serapan petani tidak terlalu lama disimpan dan dapat langsung disalurkan ke daerah yang membutuhkan.
“Kita berharap permintaan pasokan tidak menumpuk di akhir tahun karena potensi kendala armada angkutan Laut dan cuaca ekstrem yang dapat menghambat distribusi,” katanya, mewaspadai tantangan cuaca ekstrem.
NTB merupakan sentra pangan yang menopang wilayah sekitar, movenas ini dilakukan sebagai upaya untuk pemerataan cadangan beras di semua daerah di Indonesia.
Ini menegaskan peran sentral NTB bagi ketahanan pangan nasional.
Editor : Kimda Farida