Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bali-Nusra Dideklarasikan Sebagai "Golden Triangle" Ekonomi Timur, Gubernur NTB Inisiasi Sinergi Mega!

Lombok Post Online • Rabu, 5 November 2025 | 13:58 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa Kawasan Bali-Nusra (Bali, NTB, dan NTT) adalah satu kesatuan ekonomi strategis di Indonesia bagian timur.

Wujud nyata dari kesatuan ini adalah upaya mengintegrasikan program pembangunan di ketiga wilayah tersebut.

Potensi sumber daya alam dan sosial dari ketiga provinsi ini dinilai memiliki sifat yang saling melengkapi satu sama lain.

"Pendekatan bahwa Bali - Nusa Tenggara ini adalah satu kesatuan ekonomi, the golden triangle," ujar Gubernur Iqbal.

Konsep "golden triangle" ini telah diterima dan disepakati dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Itu katakan golden triangle itu sudah accepted by RPJMN dan by struktur pemerintahan kita," jelasnya.

Cara pandang dari pusat hingga daerah telah menempatkan ketiga provinsi ini dalam satu kerangka pengembangan kawasan ke depan.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Iqbal saat pertemuan dengan Gubernur Bali dan Gubernur NTT di Gedung Kertha Sabha, Pendopo Gubernur Bali, pada Senin (3/11).

Menurut Gubernur Iqbal, konsep Golden Triangle ini bukan sekadar memperkuat konektivitas antarwilayah.

Namun, konsep ini juga bertujuan menghadirkan diferensiasi kawasan pertumbuhan baru di bagian timur Indonesia.

Ia membandingkan dengan kawasan lain. "Kalau di barat ada Bintan dan IMT-GT."

Maka, Bali-Nusa Tenggara inilah yang akan menjadi episentrum pertumbuhan baru di kawasan timur selatan.

"Ketiganya saling melengkapi, bukan saling menyaingi," tegasnya, menekankan semangat kolaborasi.

Momentum kerja sama ini dinilai sangat tepat karena bertepatan dengan proses penyusunan program dan anggaran tahun 2026.

"Hasil kesepakatan ini dapat diimplementasikan langsung ke dalam kebijakan pembangunan masing-masing daerah," jelasnya.

Gubernur Iqbal menyoroti posisi NTB yang sangat strategis dalam kerangka kerja sama ini.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

NTB diposisikan sebagai jembatan penghubung antara Bali dan NTT, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

"Bahkan dari sisi budaya, NTB menjadi ruang transisi yang halus antara Bali dan NTT,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Iqbal tidak menampik tantangan yang masih dihadapi oleh Provinsi NTB.

Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan fiskal yang dihadapi oleh pemerintah daerah.

Angka kemiskinan di NTB masih berada di kisaran 12 persen dari total populasi.

Lebih lanjut, sekitar 2 persen dari angka kemiskinan tersebut tergolong sebagai kemiskinan ekstrem.

Untuk mengatasi hal ini, Pemprov NTB telah meluncurkan Program Desa Berdaya Transformatif.

Program tersebut menyasar 1.166 desa dan 106 desa yang teridentifikasi kemiskinan ekstrem.

Program Desa Berdaya ini digerakkan melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, NGO, dunia usaha, hingga filantropi.

"Banyak NGO masuk sejak 1970-an, tapi kemiskinan tetap tinggi. Masalahnya bukan kurang program, tapi kurang orkestrasi,” katanya, mengkritisi pendekatan lama.

Oleh karena itu, Pemprov NTB kini mengambil peran sebagai orkestrator utama.

Tujuannya adalah agar semua pihak bergerak serempak mengikuti peta jalan yang telah ditetapkan.

Lalu Muhamad Iqbal
Lalu Muhamad Iqbal

Gubernur Iqbal memaparkan potensi ekonomi besar yang dimiliki Provinsi NTB di sektor pertambangan.

Wilayah Lombok dan Sumbawa memiliki cadangan emas dan tembaga yang nilainya disebut melebihi Freeport di Papua.

Dari sektor pertanian, NTB kini tercatat sebagai penghasil jagung terbesar di Indonesia.

Provinsi ini juga masuk dalam 10 besar produsen beras nasional yang sangat membanggakan.

Selain itu, NTB juga merupakan penghasil utama udang vaname, tuna, dan komoditas bawang putih.

"Potensi kami (NTB) tidak kurang. Tapi kami ingin belajar dari Bali dan NTT,” katanya, menekankan pentingnya benchmarking.

NTB ingin belajar pengelolaan pariwisata dari Bali dan peternakan dari NTT.

Sementara itu, NTB siap berbagi keahlian dalam pengelolaan sumber daya alam dan perikanan.

Tiga bidang utama yang menjadi fokus integrasi kawasan adalah konektivitas logistik, sistem energi terbarukan, dan promosi pariwisata bersama. (lil/r3)

Editor : Kimda Farida
#Gubernur #Bali #konektivitas #Pembangunan #ntt #NTB