Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Membuka Era Baru Koperasi Desa: KDKMP Dibekali Teknologi Modern, Kementerian Targetkan Kemandirian Ekonomi Desa!

Lombok Post Online • Rabu, 5 November 2025 | 14:01 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini diproyeksikan untuk dikelola dengan cara yang modern dan mandiri seutuhnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, para pendamping Koperasi Desa (Kopdes) sedang dibekali kompetensi yang sangat mumpuni.

Bekal yang diberikan berfokus pada bidang pengelolaan koperasi modern sesuai tuntutan zaman.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Asisten Deputi Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi RI, Edy Haryana.

Edy Haryana menyampaikan hal tersebut saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendampingan KDKMP.

Pelatihan penting ini diadakan secara daring di Hotel Golden Palace Mataram pada Selasa (4/11).

Edy Haryana menyebutkan bahwa pelatihan kompetensi ini adalah upaya percepatan pelaksanaan KDKMP secara nasional.

"KDKMP ini merupakan program pemerintah pusat dalam rangka pengembangan ekonomi kemandirian rakyat dan pemerataan pembangunan," ujarnya.

Ia menekankan bahwa tenaga pendamping memegang peran yang sangat strategis bagi kesuksesan program ini.

Para pendamping ini bertugas merintis pembentukan Kopdes di setiap desa/kelurahan.

Tujuannya adalah agar KDKMP bisa berhasil dan berdiri mandiri sebagai pusat ekonomi masyarakat desa.

"Sehingga KDKMP mampu tumbuh dan berkembang sebagai pusat ekonomi di desa," harap Edy Haryana.

Menurutnya, pendamping Kopdes harus mahir menguasai teknologi koperasi yang sehat dan modern.

Aspek penting yang harus dikuasai adalah sistem pengelolaan melalui gerai (toko) Koperasi Desa.

"Itu sebabnya kami berharap pelatihan ini bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para pendamping," jelasnya.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Ilmu tersebut diharapkan menjadi bekal kuat bagi para pendamping saat bertugas di lapangan.

Bekal ini akan memungkinkan mereka untuk mendampingi sekaligus melatih para pengurus koperasi secara efektif.

Edy juga memberikan pesan khusus agar para pendamping tidak berhenti setelah pelatihan usai.

Para pendamping didorong untuk menularkan semua ilmu yang didapat kepada pengurus koperasi setempat.

Selain itu, mereka juga diimbau untuk terus menerus memperdalam ilmu pengelolaan koperasi.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Diskop UKM NTB, Muhammad Fauzan, memberikan laporan detail.

Sebanyak 243 peserta mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi pendampingan KDKMP ini.

Pelatihan tersebut berlangsung selama lima hari penuh, yakni mulai 3 hingga 7 November 2025.

Peserta pelatihan ini mencakup seluruh tenaga pendamping KDKMP dari semua kabupaten/kota se-NTB.

Mereka terdiri dari Business Advisor (BA), Project Management Officer (PMO), serta pendamping koperasi dan desa.

"Peserta terdiri dari 116 orang BA, 22 PMO dan 115 pendamping lainnya (desa dan UKM)," rinci Fauzan.

Total keseluruhan peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 243 orang.

Fauzan menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah dalam peningkatan kompetensi.

PELATIHAN: Para peserta merupakan tenaga pendamping KDKMP dari seluruh kabupaten/kota se-NTB.
PELATIHAN: Para peserta merupakan tenaga pendamping KDKMP dari seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Tujuannya adalah agar pendamping Kopdes dapat mengawal pengurus koperasi.

Mereka diharapkan mampu membimbing pengurus agar KDKMP dikelola secara modern dan mandiri.

"Pelatihan ini juga sebagai upaya percepatan pembentukan koperasi di NTB," tambahnya.

Fauzan menyebutkan bahwa pelatihan ini juga mengarah pada percepatan realisasi gerai KDKMP di seluruh NTB.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan sinergi antara dinas terkait, kabupaten/kota, dan KDKMP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Dukcapil NTB, Lalu Hamdi, turut memberikan materi.

Hamdi menyampaikan terima kasih atas peran pendamping desa yang telah membantu desa terbebas dari kemiskinan.

"Desa Mandiri di NTB sekarang sudah 48 persen, artinya kontribusi pendamping desa sudah cukup tinggi," beber Hamdi.

Ia sangat yakin target seluruh desa menjadi mandiri pada tahun 2029 pasti bisa terpenuhi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, juga mengisi sesi dengan teknik unik.

Ahmad Masyhuri menyampaikan materi pembentukan koperasi dengan teknik humor dan narasi cerita yang menarik.

"Mulai saja dulu buka gerainya, jualan beberapa sembako, nanti pelan-pelan pasti berkembang," ajak Ahmad Masyhuri. (*/r3)

Editor : Kimda Farida
#koperasi #desa #pelatihan #Ekonomi #merah putih