Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemendagri Beri Masukan Pembentukan BUMD Baru NTB Capital

Yuyun Kutari • Kamis, 6 November 2025 | 06:34 WIB
Kepala Biro Perekonomian NTB Najamuddin Amy.
Kepala Biro Perekonomian NTB Najamuddin Amy.

LombokPost - Pemprov NTB terus memacu proses pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru, PT NTB Capital.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Najamuddin Amy menegaskam progres pembentukan PT NTB Capital telah memasuki tahap pembahasan lanjutan, bersama Kemendagri dalam sebuah diskusi kelompok terpumpun (DKT).

“Dua minggu yang lalu kita sudah berkoordinasi dengan Direktur BUMD Kemendagri, tim konsultan dari Unram sudah memaparkan, hal-hal apa saja terkait PT NTB Capital ini,” terangnya, Rabu (5/11).

Usai pemaparan, Kemendagri memberikan sejumlah masukan dan saran, atas rencana Pemprov NTB tersebut. Mencakup penentuan core business, ini harus ditentukan apa yang menjadi bisnis inti dari PT NTB Capital.

Berikutnya, penyertaan modal, ini terkait berapa besaran modal awal yang akan disuntikkan Pemprov NTB ke PT NTB Capital. Terakhir, dukungan Sub-Business, artinya pemprov harus menentuan bisnis-bisnis pendukung yang akan dijalankan.

Semuanya harus sesuai dengan potensi daerah yang belum tergarap oleh BUMD yang sudah ada, dan pastinya agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Saat ini, NTB telah memiliki sejumlah BUMD. Di bidang pembiayaan, ada Bank NTB Syariah dan BPR. Penjaminan kredit ada Jamkrida, serta BUMD aneka usaha ada PT Gerbang NTB Emas (GNE).

“Nah, NTB Capital ini akan menjadi wadah baru yang perlu dipastikan bergerak di bidang usaha apa. Jangan sampai mengambil bidang yang sudah digarap BUMD lain. Inilah tahapan yang sedang kita selesaikan,” ujarnya.

Najam menambahkan, pertemuan tahap kedua dijadwalkan berlangsung pekan depan. Nantinya, tim Biro Ekonomi bersama konsultan akan memfinalisasi seluruh masukan dan melengkapi bahan sesuai arahan Kemendagri.

Setelah proses itu rampung, proposal resmi pendirian PT NTB Capital akan segera diajukan ke Kemendagri. Nantinya, mereka akan melakukan kajian dan analisis selama 14 hari sebelum memberikan rekomendasi pendirian BUMD baru ini.

“Apakah rekomendasi akan diberikan kepada kita, untuk melakukan pendirian BUMD yang baru,” jelasnya.

Gubernur NTB, kata Najam, memiliki visi besar agar PT NTB Capital menjadi holding BUMD layaknya Lembaga Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (DANANTARA), di tingkat BUMN.

“Memang saat ini di level provinsi belum ada holding. Tetapi oleh Kemendagri, ini dilihat sebagai sesuatu yang baru,” kata mantan kepala Diskominfotik NTB tersebut.

Dengan konsep tersebut, PT NTB Capital nantinya direncanakan menaungi tiga klaster usaha, yakni pembiayaan, ritel, serta penjaminan kredit. “Ini menjadi sesuatu yang unik, sesuatu yang baru, karena baru NTB saja yang mengikuti jejaknya danantara,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan berbeda dari model BUMD sebelumnya yang cenderung mengambil alih peran pelaku usaha swasta.

NTB Capital akan berfungsi sebagai stimulan dan pemberi jaminan terhadap proyek-proyek strategis dan investasi yang masuk ke Bumi Gora.

“NTB Capital tidak akan bersaing dengan pengusaha lokal. Justru sebaliknya, kita ingin BUMD ini tidak menyebabkan gangguan pasar. Tidak boleh ada monopoli,” jelas pria asal Lombok Tengah tersebut.

Semua BUMD di sektor keuangan akan dilebur dan dikonsolidasikan ke dalam satu entitas utama yaitu Bank NTB Syariah. Sementara untuk BUMD di sektor non-keuangan, semuanya akan dikelola dan dikonsolidasikan di bawah NTB Capital.

Editor : Akbar Sirinawa
#badan usaha milik daerah (BUMD) #Bank NTB Syariah #Danantara #NTB #NTB Capital #Pemprov NTB