Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB 'Perang' Lawan Inflasi Berulang, Strategi Jangka Pendek dan Panjang Digeber!

Lombok Post Online • Kamis, 6 November 2025 | 09:12 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah NTB Lalu Mohammad Faozal mengeluarkan instruksi keras.

Ia menegaskan perlunya penanganan yang lebih terencana dalam mengatasi pola inflasi yang berulang setiap tahun.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemprov NTB dalam mengamankan stabilitas harga.

Lalu Faozal menyadari betul bahwa inflasi musiman memerlukan intervensi yang berbeda.

Untuk jangka pendek, Lalu Faozal meminta agar memperbanyak kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar (OP).

Kegiatan masif ini akan melibatkan Bulog serta Dinas Ketahanan Pangan sebagai garda terdepan.

Selain itu, upaya pengetatan pengawasan distribusi menjadi fokus utama.

Pengawasan ini melibatkan Satgas Pangan Polri melalui Ditkrimsus Polda NTB sebagai leading sector.

Memperkuat komunikasi efektif juga ditekankan untuk menjaga ekspektasi masyarakat agar tetap tenang.

Sementara itu, untuk jangka panjang, fokus harus dialihkan pada peningkatan produktivitas komoditas inflasi.

Komoditas vital seperti beras dan cabai menjadi target utama peningkatan hasil panen. Penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) juga dianggap krusial untuk menjamin pasokan.

Lalu Faozal menyampaikan poin penting saat rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB.

“Karena inflasi komoditas cabai merah dan bawang merah selalu berulang setiap tahunnya, maka diperlukan intervensi yang tersistemasi, tidak hanya reaktif,” katanya saat rapat High Level Meeting (HLM) TPID NTB di Ruang Rapat Sekda NTB, Rabu (5/11).

Rapat penting tersebut digelar untuk mengevaluasi data inflasi bulan Oktober 2025.

Pertemuan itu juga menyusun langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas pokok menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Guna memastikan tata kelola yang baik, Lalu Faozal juga meminta Biro Perekonomian segera menyusun draf Peraturan Gubernur (Pergub).

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Pergub ini akan khusus mengatur tata kelola komoditas-komoditas strategis yang kerap memicu inflasi. Sebuah langkah inovatif disepakati dalam pertemuan tersebut.

Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog.

Bank Indonesia dan Bulog akan berkolaborasi dengan TP-PKK. Tujuannya adalah mengedukasi teknik pengelolaan beras SPHP.

Edukasi ini akan dilakukan melalui uji tanak dan blended rice.

Salah satunya dengan mengadakan kompetisi memasak terbuka yang menghadirkan juru masak ternama.

Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Andhi Wahyu Riadno menyampaikan pandangan optimistis.

Ia mengatakan optimis bahwa inflasi hingga akhir tahun akan tetap terkendali pada rentang sasaran 2,5 persen ± 1 persen.

Baca Juga: Stabilkan Harga Pangan dan Kendalikan Inflasi dengan Gerakan Pangan Murah, Gubernur NTB Instruksikan Perbanyak Gerakan Pangan Murah

Meskipun demikian, Andhi Wahyu Riadno tetap menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra.

Kewaspadaan ini terutama harus difokuskan pada tiga kabupaten/kota penting.

Tiga wilayah tersebut adalah Sumbawa, Kota Mataram, dan Kota Bima.

“Kita perlu mewaspadai fluktuasi (keadaan turun-naik harga) pada November dan Desember,” katanya, mengingatkan.

Antisipasi difokuskan pada komoditas yang secara historis harganya naik.

Kenaikan harga ini selalu terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru dalam lima tahun terakhir.

Komoditas tersebut meliputi aneka cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam.

Kepala BPS NTB Wahyudin dalam paparannya menjelaskan data terbaru.

Inflasi NTB pada Oktober 2025 tercatat 0,35 persen (mtm) dan 2,96 persen (yoy).

Kenaikan harga emas perhiasan dan cabai merah menjadi pendorong utama inflasi bulan lalu.

Sebelumnya, Pemprov NTB bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus konsisten menggelar GPM.

Kegiatan ini penting untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

GPM merupakan langkah nyata pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

Ini adalah upaya memberikan pelayanan terbaik serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan pangan.

Sejumlah komoditas strategis dijual di setiap lokasi GPM.

Komoditas tersebut di antaranya beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, dan tepung terigu.

Semua komoditas strategis tersebut dijual di bawah harga pasar untuk meringankan beban masyarakat.

TEKAN INFLASI: Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal saat memaparkan strategi untuk menekan inflasi saat rapat HLM TPID yang dihadiri kepala BI dan kepala BPS NTB di ruang rapat
TEKAN INFLASI: Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal saat memaparkan strategi untuk menekan inflasi saat rapat HLM TPID yang dihadiri kepala BI dan kepala BPS NTB di ruang rapat

Strategi TPID NTB Kendalikan Inflasi

Jangka Pendek

Perbanyak Gerakan Pangan Murah

Perbanyak Operasi Pasar

Perketat pengawasan distribusi dengan melibatkan Satgas Pangan Polri

Jangka Panjang:

Tingkatan produktivitas komoditas inflasi

Perkuat Kerjasama Antar Daerah (lil/r3)

Editor : Kimda Farida
#BPS #Inflasi #Bank Indonesia #NTB #Pangan