MATARAM-Pemprov Bali bersama NTB dan NTT, telah mencapai kesepakatan strategis untuk membangun sebuah "super hub" regional. Inisiatif ini bertujuan memperkuat potensi kawasan di tiga wilayah tersebut melalui integrasi di berbagai sektor strategis.
Kepala Bappeda NTB Iswandi menjelaskan kerja sama ini akan difokuskan pada integrasi di beberapa sektor kunci, termasuk pariwisata, energi, dan perhubungan, baik udara, darat, maupun laut dan lainnya.
“Kerja sama Regional Bali, NTB, dan NTT merupakan strategi nyata untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah sesuai arahan pemerintah pusat,” terangnya, Kamis (6/11).
Salah satu isu mendesak yang menjadi atensi serius adalah sektor pariwisata, khususnya terkait dengan keluhan mahalnya harga tiket transportasi udara.
Sudah menjadi rahasia umum, mahalnya tiket pesawat dari dan ke Lombok – Sumbawa kerap menjadi persoalan namun tidak dibarengi dengan solusi pasti.
Sama seperti daerah lainnya di Indonesia, NTB juga ingin mencapai target kunjungan wisatawan, salah satunya melalui kemudahan memanfaatkan transportasi udara.
“Dari sisi transportasi udara kita, memang sama-sama sudah mengetahui masalah tiket (mahal, Red) ini menjadi persoalan yang sangat menggantung,” ujarnya.
Selama ini, Iswandi menilai bahwa NTB yang paling merasakan dampak dan berjuang sendiri menghadapi persoalan ini, bahkan kerap kali dianggap sebagai isu lokal.
“Selama ini kan yang berjuang, yang merasa terdampak itu kita sajakan,” kata dia.
Menurutnya, dengan adanya kerja sama Bali, NTB dan NTT, isu mahalnya tiket pesawat, tidak lagi menjadi masalah lokal NTB semata, melainkan harus diangkat menjadi isu regional, bahkan Nasional. Dengan demikian, upaya penyelesaiannya bisa dilakukan secara terintegrasi antarprovinsi.
“Apabila koridor ekonomi Bali–Nusa Tenggara ini dikembangkan sebagai satu kesatuan wilayah strategis nasional, maka kebijakan yang diambil bisa lebih komprehensif dan berdampak luas,” tegas Iswandi.
Provinsi Bali sebagai pintu masuk pariwisata internasional. Kelebihan ini harus dimanfaatkan oleh NTB dan NTT. “Kelebihannya Bali itu adalah secara nasional, dia ditetapkan sebagai pintu masuk dan pariwisata internasional di sana. Nah, inilah yang harus dapat kita manfaatkan,” ujarnya.
Dengannya, prinsip kompetisi harus ditinggalkan, diganti dengan sinergi, kolaborasi dan semangat borderless di antara ketiga wilayah.
“Kita hidup ini satu kesatuan di ekonomi di kawasan Bali-Nusa Tenggara. Jadi, kita tidak boleh egois, hanya menuntutkan wilayah kita saja yang diutamakan, namun harus berdampak yang luas terhadap kawasan,” tandasnya.
Ketua Astindo NTB Sahlan M Saleh menekankan, pentingnya pembahasan terbuka, mengenai harga tiket pesawat dalam kerja sama regional. Menurutnya, langkah ini krusial jika Pemprov NTB ingin meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini.
“Apabila Pemprov ingin meningkatkan kunjungan wisatawan, hal ini harus diperjuangkan,” jelasnya.
Editor : Jelo Sangaji