Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Siap Topang Kebutuhan Bali Lewat Komoditas Pertanian dan Kelautan

Yuyun Kutari • Sabtu, 8 November 2025 | 04:23 WIB
NTB menyimpan kekayaan sumber daya laut yang melimpah dan beragam, tentu hasilnya juga bisa untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.
NTB menyimpan kekayaan sumber daya laut yang melimpah dan beragam, tentu hasilnya juga bisa untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.

LombokPost - Kerja sama regional antara Bali, NTB dan NTT semakin serius. Salah satu tujuan utamanya adalah mendongkrak pertumbuhan ekonomi antarwilayah.

Kepala Bappeda NTB Iswandi mengatakan saat ini, timnya dan OPD terkait sedang menyusun, poin-poin penting kerja sama yang nantinya akan tertera di dalam Nota Kesepahaman (MoU).

“Penandatanganan MoU dijadwalkan di Mataram pada 25 November nanti,” terangnya, Kamis (6/11).

Setidaknya terdapat 10 bidang yang sudah dirumuskan untuk dikerjasamakan. Di antaranya pariwisata, kebencanaan, sosial, pertanian, kelautan dan perikanan, industri perdagangan, dan teknologi informasi.

Berkaitan dengan kerja sama untuk bidang pertanian, kelautan dan perikanan, pihaknya berpatokan salah satunya pada neraca perdagangan, sebagai instrumen vital dalam mewujudkan kerja sama regional yang efektif antara NTB dan Bali.

“Yang ingin saya sampaikan adalah, dalam mewujudkan kerja sama regional, salah satu instrumen paling penting adalah mencermati neraca perdagangan,” kata dia.

Menurutnya, kerja sama ini harus didasarkan pada data komoditas yang jelas, untuk memastikan pembagian peran dan penyesuaian kebutuhan pasar yang tepat.

“Kita harus berfokus pada dinamika ekonomi dan memahami kebutuhan masyarakat sebagai pasar potensial, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Setiap tahun, pemerintah bisa melihat secara jelas berapa jumlah barang yang datang dari NTB ke Bali, maupun dari Bali ke NTB, dan sebaliknya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, terdapat 15 komoditas tumbuhan terbanyak masuk ke Bali.

Wortel menempati posisi teratas dengan volume mencapai 125.783 kilogram (kg). Disusul bawang putih 105.325 kg, jamur sebanyak 76.413 kg. Jagung 48.040 kg, Kentang iris beku, 43.546 kg, bibit jagung 37.690 kg, Bawang merah 34.825 kg dan lainnya.

Baca Juga: Mahalnya Harga Tiket Pesawat Bukan Lagi Isu Lokal, Pemprov Bali, NTB, dan NTT Harus Bahas Bersama

Sementara itu, ada 15 komoditas perikanan domestik dengan volume tertinggi. Ada ikan dalam kaleng dengan volume mencapai 2.781.186,5 kg mengindikasikan kuatnya industri pengolahan perikanan.

Selanjutnya, ikan lemuru segar 1.557.050 kg, dan rumput laut kering 1.543.144 kg, ikan Layang segar 941.800 kg, Udang 692.880 kg, tepung ikan 659.555 kg, ikan dalam kaleng tuna 635.900 kg serta yang lainnya.

Menurutnya, data neraca perdagangan ini menjadi dasar penting untuk pembagian peran dalam perjanjian kerja sama mendatang. “Dengan memahami suplai dan permintaan, pemprov bisa menjaga keseimbangan kebutuhan jangka panjang.

“Misalnya, bila Bali mengalami keterbatasan lahan pertanian, kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari NTB. Inilah semangat kerja sama yang ingin kita bangun, khususnya bagi komunitas pertanian dan kelautan,” tandasnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, kerja sama regional ini dilandasi atas nilai historis ketiga daerah. Selain itu, ketiga daerah memiliki potensi unggulan masing-masing.

Adapun potensi kerja sama antara Bali, NTB, dan NTT sangatlah besar. Jika potensi ketiga daerah ini dikembangkan secara bersama-sama, maka akan mampu memajukan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kerja sama ini bertujuan untuk saling membantu, saling menguatkan dalam rangka membangun daerah dan mensejahterakan masing-masing daerah,” katanya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kerja Sama #Bali #Kelautan dan Perikanan #Pertanian #ntt #Ekonomi #neraca perdagangan #NTB #komoditas