Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puncak Musim Hujan Tiba, BMKG Ingatkan NTB Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir

Rury Anjas Andita • Sabtu, 8 November 2025 | 09:05 WIB
BMKG imbau NTB waspadai cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi saat puncak musim hujan November 2025 hingga awal 2026.
BMKG imbau NTB waspadai cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi saat puncak musim hujan November 2025 hingga awal 2026.

LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan kewaspadaan.

Provinsi NTB memasuki puncak musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga banjir dan longsor di beberapa wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, Indonesia tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.

Dalam tiga bulan terakhir, curah hujan menunjukkan tren kenaikan signifikan dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah hingga tinggi.

“La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan. Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai,” ujar Faisal.

Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem di NTB berpotensi meningkat akibat kombinasi faktor global dan regional seperti La Niña lemah serta Dipole Mode negatif (-1,61) yang membuat atmosfer lebih labil dan mendukung pembentukan awan konvektif.

Dampaknya, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Lombok dan Sumbawa, terutama di daerah perbukitan dan pesisir selatan NTB.

BMKG dan BNPB Siagakan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di beberapa wilayah rawan bencana.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana geo-hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat meningkat seiring masuknya puncak musim hujan,” jelas BMKG dalam keterangannya.

Dalam operasi ini, BMKG menyiagakan armada pesawat untuk penyemaian awan di sejumlah wilayah prioritas sejak akhir Oktober hingga awal November 2025.

Mitigasi Pemerintah Diperkuat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

“BMKG telah memperingatkan bahwa intensitas hujan di berbagai wilayah Indonesia akan meningkat signifikan dan berpotensi menimbulkan bencana banjir serta tanah longsor di beberapa daerah. Untuk itu, saya menekankan pentingnya langkah mitigasi dan kesiapan dari seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Dody juga menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar pemerintah selalu hadir dan tanggap terhadap kondisi darurat.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, pemerintah harus selalu hadir dan tanggap terhadap situasi darurat. Kita mungkin tidak dapat sepenuhnya mengendalikan alam, namun kita dapat memastikan bahwa infrastruktur yang sudah dibangun mampu bertahan dan berfungsi dengan baik dalam menghadapi tantangan alam tersebut,” tambahnya.

Wilayah yang Perlu Waspada di NTB

BMKG memetakan bahwa curah hujan tinggi hingga sangat tinggi berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah selatan Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama November–Desember 2025, wilayah NTB berpotensi mengalami curah hujan atas normal, terutama di daerah Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima, dan Dompu.

Kondisi ini dapat menimbulkan banjir bandang di wilayah dataran rendah dan tanah longsor di daerah perbukitan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras, memastikan saluran air bersih dari sumbatan, serta selalu memperbarui informasi cuaca terkini.

“Koordinasi lintas sektor dan peningkatan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu cuaca ekstrem,” tegas Faisal.

 

Prediksi Awal 2026

BMKG memprediksi bahwa pada Februari hingga April 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk NTB, akan berangsur normal.

Namun sebelum itu, periode puncak musim hujan pada November 2025 hingga Januari 2026 harus diwaspadai karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

BMKG juga mendeteksi Siklon Tropis Kalmaegi di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung yang turut memengaruhi dinamika cuaca nasional, termasuk NTB dan wilayah sekitarnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#bmkg #puncak musim hujan #NTB #Cuaca Ekstrem #potensi banjir