LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan.
Hal ini sebagai langkah strategis menuju cita-cita menjadikan NTB sebagai provinsi hijau pada tahun 2035.
Pemprov NTB, kata Gubernur Iqbal siap untuk berkolaborasi dengan PLN, investor, dan akademisi dalam merancang peta jalan pengembangan energi hijau. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita memiliki 77 bendungan dan lebih dari 400 pulau kecil yang bisa menjadi sumber energi terbarukan. Potensi ini harus dimanfaatkan,” ujar Gubernur Iqbal dalam sebuah kegiatan di Mataram.
Gubernur Iqbal menegaskan, Provinsi NTB memiliki potensi besar di bidang energi bersih. Mulai dari mikrohidro, tenaga surya, hingga tenaga angin.
“Pengelolaan energi harus dipandang sebagai satu ekosistem terintegrasi yang saling mendukung antara sisi permintaan dan pasokan energi,” katanya.
Pada kesempatan berbeda, Gubernur Iqbal menegaskan besarnya potensi energi terbarukan di NTB, khususnya energi surya yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan listrik tidak hanya di NTB tetapi juga di wilayah sekitarnya.
Keunggulan geografis NTB yang mendukung pengembangan energi surya.
“Kami memiliki sinar matahari terpanjang dalam satu hari, dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Dan itu menghasilkan sumber daya matahari yang luar biasa," ujarnya.
Potensi energi surya di NTB diperkirakan mencapai hampir 13 gigawatt (GW).
Atau setara dengan 13.000 megawatt (MW). Sumber energi terbarukan lainnya seperti hidropower dan geothermal memiliki potensi tambahan sekitar 3 GW.
Angka ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan kebutuhan listrik di wilayah Bali, NTB, dan NTT yang saat ini hanya sekitar 1,2 GW.
Salah satu langkah nyata yang sudah dilakukan yakni proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Bendungan Pandandure, Lombok Timur.
“NTB punya banyak potensi pada pengembangan mikro hidro karena kita punya danau yang besar yang dekat dengan puncak Gunung Rinjani,” kata Gubernur Iqbal saat peresmian PLTMH Bendungan Pandandure.
Ekosistem Kendaraan Listrik
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan, Provinsi NTB siap menjadi bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Program pengenalan kendaraan listrik sejalan dengan visi daerah dalam mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Umi dinda juga menegaskan bahwa NTB berkomitmen kuat untuk menjadi bagian penting dari gerakan nasional transisi energi bersih.
Komitmen terhadap transisi energi bersih terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan BUMN.
Salah satunya terkait pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di NTB, khususnya melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
"Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di NTB meningkat signifikan dari tahun ke tahun", sebutnya.
Sebelumnya, Direktur PLN Sri Henny Purwanti menegaskan PLN berkomitmen membangun sistem kelistrikan yang cerdas, tangguh, dan hijau (Smart, Resilient, Green).
Sejumlah capaian PLN di NTB antara lain pertumbuhan penjualan listrik sebesar 11 persen pada 2024 dan 7 persen hingga pertengahan 2025, melampaui rata-rata nasional sebesar 4,2 persen.
Keberhasilan PLN dalam menerapkan sistem Zero Down Time di Sirkuit Mandalika untuk menjamin pasokan listrik tanpa gangguan selama ajang internasional, serta penyediaan energi bersih melalui kabel laut dan panel surya di Gili Trawangan. (lil/r3)
Editor : Kimda Farida